TANJUNG REDEB - Pada peresmian Elemen Estetis Jembatan Sambaliung, Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Timur, Akmal Malik mendorong Pemkab Berau untuk mengelola sisi kosong Dermaga Wisata Sanggam, agar menjadi ruang terbuka untuk menikmati keindahan Jembatan Sambaliung.
"Saya minta ke depan ruang ini bisa dihidupkan," ujarnya Sabtu (21/9).
Untuk memastikan hiasan di Jembatan Sambaliung terus hidup, kata Akmal perlu dibuat ruang terbuka, salah satunya di lokasi Dermaga Wisata Sanggam yang menurutnya sudah sangat strategis.
"Apa yang memastikan lampu hidup, ya adanya pergerakan ekonomi," jelasnya.
Selain menjadi ruang terbuka yang membuat masyarakat mendapatkan hiburan atau sekadar menghabiskan waktu luang, ruang terbuka itu nantinya akan menjadi perputaran ekonomi bagi masyarakat.
“Di samping menjadi pemenuhan fasilitas, masyarakat juga bisa hadir menikmati,” ungkapnya.
Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Berau, Andi Marewangeng menyebut pihaknya siap dan akan melaksanakan apa yang menjadi keputusan pimpinan terkait alih fungsi ruang terbuka di Dermaga Wisata Sanggam.
“Kami pada dasarnya siap saja kalau memang begitu konsepnya, jelasnya, Senin (23/9).
Namun, Ewang sapaan akrabnya menerangkan, sejatinya di Dermaga Wisata Sanggam yang saat ini ada, bakal dilakukan pengembangan hingga wilayah ruang kosong di sisi dermaga. “Sebenarnya sudah ada rencana pengembangan,” ungkapnya.
Sehingga, lajur pengguna layanan di Dermaga Wisata Sangggam yang akan naik dan turun dibedakan jalurnya. Mengingat kondisi speedboat yang semakin banyak serta kebutuhan penyeberangan dari dan menunu Maratua juga meningkat.
"Itu memang konsepnya nanti naik dan turun akan dipisah di sebelah sisi dermaga yang kosong,” paparnya.
Namun, dirinya tentu akan mengikuti bagaimana arahan berikutnya. Supaya, jika memang akan dibuat menjadi ruang terbuka, dirinya menerima saja. "Kalau begitu ya tidak apa-apa," pungkasnya. (sen/arp)