Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Bulan Ini Puncak Cuaca Panas

Muhammad Sholehudin Al Ayubi • Kamis, 12 September 2024 - 12:30 WIB
CUACA PANAS: Saat ini Kabupaten Berau sedang dilanda musim panas disertai angin kencang.
CUACA PANAS: Saat ini Kabupaten Berau sedang dilanda musim panas disertai angin kencang.

TANJUNG REDEB – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Berau memprediksi suhu panas yang saat ini terjadi Bumi Batiwakkal- sebutan Kabupaten Berau, disebabkan pemanasan permukaan akibat pembentukan awan dan curah hujan yang minim sejak beberapa pekan terakhir.

Kepala BMKG Berau, Ade Heryadi mengatakan, suhu panas yang terjadi ditimbulkan akibat musim kemarau yang terjadi sejak awal Juli lalu. Di mana, hal itu ditandai langsung dengan volume atau curah hujan yang kurang dari 50 mm secara berturut-turut.

"Berdasarkan update dinamika atmosfer di Agustus ini, puncak musim kemarau di wilayah Kabupaten Berau diprakirakan akan terjadi pada September ini,” tegasnya.

Tak hanya itu saja, menurut data yang dimiliki, angin kencang melanda di beberapa wilayah hingga pesisir laut Kabupaten Berau. Dengan kecepatan angin berkisar 6 sampai 12 knot pada setiap waktunya. Kondisi itu membahayakan para pelancong yang bepergian lewat jalur laut. Ataupun bagi para nelayan dan pekerja di laut lainnya.

“Mohon waspada terhadap kecepatan angin yang relatif tinggi di area tersebut,” sebutnya.

Dari kondisi itu, BMKG memberikan imbauan kepada pengendara kendaraan bermotor untuk berhati-hati. Sebab debu akan mengganggu perjalanan. Kemudian warga Bumi Batiwakkal juga diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan. Demi menghindari risiko tertimpa benda-benda keras yang berpotensi beterbangan tertiup angin.

Bagi warga pesisir selatan Berau, diminta pula untuk tetap hati-hati. Sebab angin kencang dapat mengancam keselamatan. “Tetap selalu waspada, karena seperti kita lihat saat ini embusan angin cukup tinggi, dan itu ditakutkan dapat mengganggu aktivitas masyarakat saat di lapangan,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau, Nofian Hidayat mengatakan, dengan cuaca seperti ini, masyarakat khususnya yang berada di wilayah pesisir agar mengurangi kegiatan di air.

“Meski tetap melakukan aktivitas di air tetap harus menggunakan baju pelampung, dan membawa alat komunikasi seperti ponsel hingga HT,” pintanya.

Karena tidak bisa dimungkiri, dengan adanya fenomena angin kencang seperti yang saat ini terjadi, memang sangat berisiko untuk para nelayan saat melaut. Sehingga, aktivitas bisa dikurangi dahulu hingga angin kembali normal.

“Jika cuaca tidak mendukung, saya meminta agar tidak turun dulu karena takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” tandasnya. (aky/arp) 

 
Editor : Muhammad Sholehudin Al Ayubi
#iklim #kemarau #bmkg #cuaca