Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Penanganan Jembatan Ambles di Poros Tanjung Batu Masih Tunggu Desain

Muhammad Sholehudin Al Ayubi • Rabu, 14 Agustus 2024 | 19:28 WIB
MENUNGGU DESAIN: Penanganan jalan ambles di Jalan Poros Tanjung Batu masih menunggu tahapan desain agar bisa ditangani secara permanen oleh BBPJN Kaltim.
MENUNGGU DESAIN: Penanganan jalan ambles di Jalan Poros Tanjung Batu masih menunggu tahapan desain agar bisa ditangani secara permanen oleh BBPJN Kaltim.

TANJUNG REDEB - Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Pelaksana Jalan Nasional (PJN) II Kalimantan Timur, Sulistya MS, memastikan penanganan jalan nasional di Jalan Poros Tanjung Batu menjadi perhatian pihaknya.

Pasalnya, sebagaimana arahan dan perintah, bahwa jalan nasional harus diusahakan agar tidak terputus.

“Ini kan memang menjalankan tugas, bahwa jalan nasional itu tidak boleh putus,” ujarnya diwawancara, Senin (12/8).

Nantinya, penanganan akan dilakukan pengusulan penggantian, sehingga bisa normal kembali. Sulistya menyebut, penanganan permanen sendiri masih menunggu desain, baru bisa diusulkan untuk penanganan permanennya.

“Penanganan sementara memang masih pakai jembatan bailey dulu, permanennya belum,” ujarnya.

Pada dasarnya sebut Sulistya, Satker PJN II Kalimantan Timur akan melakukan penanganan permanen jika sudah memiliki desain dan mendapat alokasi anggaran. Ketika dua hal itu ada, maka pekerjaan bisa dilakukan.

“Harus didesain dulu. Kalau ada anggarannya, ada desainnya, akan kami kerjakan,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, dalam penahanan sementara jembatan di jalan poros RT 13 Kampung Tanjung Batu, Kecamatan Derawan, yang sempat amblas dilakukan pemasangan jembatan bailey.

Penanganan ini kata Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.7 Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur, Kuntiadi, untuk mendukung arus lalu lintas di kawasan tersebut tetap lancar.

"InshaAllah sekarang sudah bisa dilalui untuk kendaraan roda dua dan roda empat dengan bobot maksimal 15 ton," katanya diwawancara, beberapa waktu lalu.

Adapun penaganan jangka panjang, tentu perlu dilakukan pembangunan jembatan permanen. "Jembatannya harus diganti nanti, karena jembatan armco memang sifatnya sementara juga," akunya.

Lebih lanjut dijelaskan Kuntiadi, tipe jembatan permanen tentunya berbeda dengan yang sudah ada. Ada beberapa opsi yang ditawarkan, tentunya butuh evaluasi pada perencanaan ke depan. "Jembatannya pasti berbeda dengan yang ada. Untuk nilainya belum bisa saya informasikan karena masih perlu evaluasi," tandasnya. (*/aja/sam)

 
Editor : Muhammad Sholehudin Al Ayubi
#jalan poros #ambles #jembatan