TANJUNG REDEB - Bank Sampah milik Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau menjadi salah satu solusi untuk meminimalisir sampah di Bumi Batiwakkal. Sampah yang telah dipilah, dapat diserahkan ke DLHK untuk kemudian diolah dan dimanfaatkan.
Kepala Bidang Kebersihan Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLHK Berau, Suhardi mengatakan, jenis sampah yang diterima oleh DLHK yaitu botol plastik, kertas, dan kaleng. Kemudian, sampah yang diterima juga berupa aluminium, besi, dirigen, kardus, tembaga, dan dupleks atau karton.
“Sampah kertas dan botol bisa dibawa kesini,” imbuhnya
Rica Handayani selaku Staf Admin Bank Sampah menambahkan, saat ini terdapat 126 nasabah bank sampah yang terdiri dari perorangan. Seperti ibu rumah tangga, sekolah-sekolah yang masuk dalam kategori kelompok maupun dari Bank Sampah Unit (BSU) yakni instansi yang memiliki Surat Keputusan (SK) Bank Sampah.
Adapun alur penyerahan sampah ke nasabah yakni, mendaftar terlebih dahulu sebagai nasabah dengan mengisi formulir dan membawa fotocopy Kartu Tanda Penduduk (KTP).
Setelah menjadi nasabah, dapat membawa sampah yang sesuai dengan jenis dan telah dipilah dari rumah. Kemudian ditimbang dan dicatat. “Pencairannya sendiri, dapat dilakukan di hari yang sama dengan minimal berat sampah 5 kg. Saldo juga dapat diambil di akhir tahun atau saat sudah terkumpul banyak,” ujarnya.
Jumlah omzet yang diperoleh sejak Januari hingga Juni, diungkapkannya mencapai 21 juta dengan rata-rata setiap bulan mencapai 3 juta lebih.
“Terhitung sejak Januari sampai Juni kemarin omsetnya 21 juta,” paparnya. Mengenai pengelolaan, saat ini sampah yang telah dikumpulkan akan dibawa ke pengepul.
Kemudian, pihaknya berencana untuk membuat program kerja untuk mengolah sampah menjadi barang pakai seperti kursi, vas bunga, dan tempat tisu. “Rencananya saya nanti mau buat program kerja untuk pengelolaannya,” tutupnya. (*/mlt/arp)