Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Konservasi Lahan Gambut di Berau, ITB Gandeng UMB

Muhammad Sholehudin Al Ayubi • Rabu, 31 Juli 2024 | 07:28 WIB
KERJA SAMA KELOLA GAMBUT: Institut Teknologi Bandung (ITB) menggandeng Universitas Muhammadiyah Berau (UMB) untuk pengelolaan kawasan hutan gambut di Berau pada Senin (29/7).
KERJA SAMA KELOLA GAMBUT: Institut Teknologi Bandung (ITB) menggandeng Universitas Muhammadiyah Berau (UMB) untuk pengelolaan kawasan hutan gambut di Berau pada Senin (29/7).

TANJUNG REDEB – Tim Pengabdian Masyarakat Institut Teknologi Bandung (ITB) menggandeng akademisi Universitas Muhammadiyah Berau (UMB) dalam kegiatan konservasi lahan gambut di Kabupaten Berau. Sebanyak empat akademisi ITB menyampaikan paparan di hadapan Wakil Rektor, Dekan, Ketua LPPM, Dosen dan mahasiswa UMB di Aula Pascasarjana UMB pada Senin (29/7).

Ketua Kelompok Keahlian Ilmu-ilmu Kemanusiaan (KKIK) ITB, Nia Kurniasih menyampaikan paparan singkat mengenai KKIK. Serta menawarkan berbagai kegiatan akademis, termasuk kolaborasi penelitian, pengabdian masyarakat, penyelenggaraan konferensi, penulisan artikel jurnal, hingga mengundang para dosen UMB untuk mengambil program pascasarjana di ITB.

“Kami berharap pertemuan ini menjadi tonggak awal kerja sama ITB dengan Universitas Muhammadiyah Berau dan masyarakat Kalimantan Timur,” ujarnya.

Dirinya menyebut, ilmu-ilmu kemanusiaan atau Humaniora memegang peranan penting terkait keberlanjutan dan ITB memandang perlu untuk menjadikan humaniora sebagai bagian dari rencana induk. Sehingga ingin menggandeng banyak pihak untuk melakukan kolaborasi riset dan pengabdian masyarakat.

“Tema dari seluruh kegiatan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat dari Kelompok KKIK ITB tahun 2024 ini adalah mengomunikasikan keberlanjutan kepada seluruh pihak yang berkepentingan,” ungkapnya.

Ditambahkan Sonny Abfertiawan, akademisi ITB, lahan gambut dan pentingnya mengonservasi lingkungan dengan melibatkan masyarakat. Bahwa berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Nomor SK.129/MENLHK/SETJEN/PKL.0/2/2017 tentang Penetapan Kesatuan Hidrologis Gambut Nasional, Indonesia sendiri memiliki 865 Kesatuan Hidrologis Gambut (KHG) dengan total luasan mencapai 24.667.804 hektar.

“Di antaranya Berau memiliki sejumlah Kesatuan Hidrologis Gambut (KHG) antara lain KHG Tanjung Buaya dan KHG Sei Batu Putih,” papar Sonny.

Terpisah, Ketua Tim Pengabdian Masyarakat, Harry Nuriman selanjutnya memaparkan platform monitoring dan evaluasi lahan gambut dengan teknologi nirkertas yang akan menjadi pusat data kegiatan Desa Mandiri Peduli Gambut.

Dirinya mengatakan, lahan gambut ini perlu dirawat dan dikonservasi karena mampu menampung hingga 30 persen jumlah karbon dunia agar tidak terlepas ke atmosfer. Selain itu, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa lahan gambut memiliki fungsi untuk mencegah perubahan iklim, bencana alam, hingga menjadi penunjang perekonomian masyarakat sekitar.

“Untuk itu kami telah membuat plaform yang dapat diakses oleh seluruh pemangku kepentingan dengan mengikuti tautan https://dmpg.org melalui gawai,” kata Harry.

“Kegiatan pemberdayaan ekonomi berbasis gambut juga dapat dipantau melalui website ini,” tambahnya.

Tutorial penggunaan instrumen dmpg.org dijelaskan secara singkat oleh Anuraga Bagaskara, mahasiswa Teknik dan Pengelolaan Sumber Daya Air ITB.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Berau, Abdul Hakim menyambut baik kedatangan Tim ITB dan menyatakan siap berkolaborasi.

“Kami sangat senang dan terbuka untuk kolaborasi riset, pengabdian masyarakat ataupun kegiatan akademis lainnya,” ujarnya.

Dekan Fakultas Teknik dan Konservasi UMB Dr. Mahfudz Huda menyatakan minatnya untuk berpartisipasi dalam konferensi internasional Digital Humanities yang akan diselenggarakan KKIK ITB di Semarang pada 29 Oktober 2024 mendatang.

ITB adalah salah satu perguruan tertua di Indonesia yang memberikan perhatian khusus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pelestarian lingkungan di Indonesia melalui pemanfaatan teknologi. (sen/arp) 

 
Editor : Muhammad Sholehudin Al Ayubi
#berau #konservasi #gambut