Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Kota Wisata Harus Bebas Sampah. DLHK Minta Ikut Kelola Sampah

Muhammad Sholehudin Al Ayubi • Rabu, 24 Juli 2024 | 16:10 WIB
TANGGUNG JAWAB BERSAMA: Seluruh masyarakat diimbau menjaga kebersihan dan terlibat dalam pengelolaan sampah di tempat wisata.
TANGGUNG JAWAB BERSAMA: Seluruh masyarakat diimbau menjaga kebersihan dan terlibat dalam pengelolaan sampah di tempat wisata.

TANJUNG REDEB – Bupati Berau, Sri Juniarsih menekankan pentingnya kebersihan di Kota Wisata seperti Kabupaten Berau.

Ia meminta masyarakat, pedagang, hingga Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau untuk memperhatikan kebersihan, terutama di sekitar Tepian Ahmad Yani.

“Kebersihan tanggung jawab semua pihak karena kita adalah kota wisata sehingga harus bebas dari sampah dan kesan kumuh,” ujarnya.

Ia menerangkan, pedagang harus turut membersihkan lokasi jualan dan tidak meninggalkan sampah. Di samping petugas DLHK juga harus meninjau setiap pagi jika ada sampah yang tertinggal.

Sementara itu, Kepala Bidang Kebersihan, Pengelolaan Sampah, dan Limbah P3, DLHK Berau, Suhardi menyebut, DLHK menurunkan personel lapangan setiap pagi dan sore di setiap ruas jalan untuk menyapu sekaligus mengambil sampah.

“Setiap pagi dan sore ada petugas lapangan yang turun ke jalan,” ungkapnya.

Menurutnya, masalah kebersihan menjadi tanggung jawab bersama dan membutuhkan kesadaran masyarakat.

“Di situ banyak tempat sampah, kepedulian masyarakat saja yang ditingkatkan,” terangnya.

Ia menyebut, para pedagang juga harus mengetahui cara pengelolaan sampah. Selain untuk mengurangi jumlah pembuangan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), pengelolaan sampah yang baik juga mampu menghasilkan nilai ekonomis. 

“Sampah sisa makanan yang dikumpulkan para pedagang di tepian, itu bisa menjadi kompos kalau diolah dan bisa menghasilkan,” jelasnya.

Ia melanjutkan, sampah kering lainnya juga bisa dipilah untuk dibawa ke bank sampah. “Meskipun tidak seberapa, tapi kan ada harganya,” terangnya.

Suhardi melanjutkan, apabila terkendala masalah pengelolaan dan pemilahan bisa langsung datang ke bank sampah di Bidang Kebersihan DLHK. 

Ia juga menegaskan, pentingnya kesadaran masyarakat karena masalah kebersihan tidak bisa hanya berharap ke DLHK. Karena jumlah personel lapangan yang terbatas dan tak sebanding dengan luas wilayah.

“Personel lapangan di bidang kebersihan hanya 250 untuk seluruh kecamatan,” ungkapnya.

Personel yang ada akan dimaksimalkan sekaligus memberikan himbauan kepada masyarakat. “Minimal mengurangi karena kalau benar-benar nol sampah, itu tidak bisa tanpa bantuan masyarakat,” tutupnya. (*/ner/arp) 

Editor : Muhammad Sholehudin Al Ayubi
#berau #kebersihan #Tepian #wisata