Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Musim Kemarau, Antisipasi Karhutla

Muhammad Sholehudin Al Ayubi • Senin, 15 Juli 2024 | 15:35 WIB
KEMARAU: Masyarakat diminta waspada tejadinya kebakaran hutan dan lahan saat memasuki musim kemarau.
KEMARAU: Masyarakat diminta waspada tejadinya kebakaran hutan dan lahan saat memasuki musim kemarau.

TANJUNG REDEB – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Berau memprediksi Berau sudah memasuki musim hujan. Namun masih berpotensi hujan di sebagian wilayah.

Kepala BMKG Berau, Ade Heryadi mengatakan, saat ini sudah memasuki musim kemarau, tetapi curah hujan masih terbilang tinggi. “Karena menurut data yang kami miliki, curah hujan terus berada di bawah 50 mm, maka Kabupaten Berau sudah memasuki musim kemarau,” ujarnya kepada awak media ini.

Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badang Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau, Nofian Hidayat mengimbau seluruh masyarakat dapat mempersiapkan diri saat beraktivitas di luar ruangan. Termasuk melakukan antisipasi potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). “Pada intinya kami selalu waspada,” tegasnya.

Katanya, upaya pencegahan dini pun perlu dilakukan mengingat embusan angin juga cukup kencang, ditambah nyaris seluruh daerah di Bumi Batiwakkal merupakan lahan gambut.

“Pencegahan perlu dilakukan, itupun tidak hanya dilakukan dengan menyiapkan sarana dan lain sebagainya, tapi harus juga dimulai dari pencegahan dari tingkat individu. Artinya menyosialisasikan kepada masyarakat secara langsung,” bebernya.

Dijelaskannya juga, karhutla menjadi indeks kerawanan tertinggi terjadi dan itu menurutnya berkaca dari peristiwa yang terjadi beberapa tahun lalu.

“Siklusnya sudah diketahui, 2017, 2018, 2019 itu cukup parah, dan kita harus antisipasi agar hal tersebut tidak terjadi,” sebutnya.

Adapun penyebab karhutla disebutnya, nyaris 90 persen diakibatkan oleh manusia yang masih membuka lahan dengan cara dibakar. Untuk itu, peran semua pihak sangat dibutuhkan, kesadaran masyarakat juga perlu ditingkatkan.

“Dengan terjadinya bencana, tentu ada tiga elemen pokok yang besar tanggung jawabnya yakni Pemerintah kabupaten (Pemkab), pelaku usaha, dan masyarakat,” ujarnya.

Diakuinya juga, Berau saat ini sudah memiliki posko di setiap kecamatan. Sehingga, jika terjadi karhutla maka akan ada antisipasi dari posko yang bisa menangani lebih cepat. “Kami sudah ada posko di setiap kecamatan, dan itu bisa membantu,” tandasnya. (aky/arp) 

 
Editor : Muhammad Sholehudin Al Ayubi
#kemarau #cuaca