TELUK BAYUR - Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Labanan hingga kini masih kekurangan tenaga dokter. Padahal, cakupan masyarakat yang dilayani berada di empat kampung terdekat.
Wilayah kerja yang ditangani Puskesmas Labanan di antaranya Labanan Makmur, Labanan Jaya, Labanan Makarti, dan Tumbit Melayu.
Kepala Puskesmas Labanan, Intan Nurlaily mengatakan, puskesmas yang dipimpinnya memiliki fasilitas yang sudah dirasa cukup dan memadai. Meski begitu, kurangnya tenaga dokter menjadi masalah yang dirasakan saat ini.
“Pelayanan 24 jam, layanan dokternya masih kurang,” ungkapnya, Kamis (11/7) lalu.
Ia menjelaskan, pasien yang datang bukan hanya berasal dari empat kampung yang menjadi wilayah kerja. Melainkan juga masyarakat yang tinggal di daerah perbatasan Kelurahan Sambaliung seperti Pagat Bukur, Merasak, Kelay, hingga Segah.
Dengan tenaga dokter saat ini berjumlah empat orang termasuk dirinya, satu orang PNS dan dua lainnya Pegawai Tidak Tetap (PTT), belum memadai untuk melayani masyarakat yang berobat. “Sementara saya berada di manajemen,” imbuhnya.
Dengan jumlah tenaga kesehatan dan pasien yang datang lebih dari wilayah kerja, serta adanya pelayanan rawat inap 24 jam. Ia mengungkapkan membuat tenaga dokter di puskesmas menjadi keteteran.
Selain itu, Puskesmas Labanan disebutnya belum memiliki kendaraan operasional sendiri yang dapat digunakan untuk kegiatan di luar puskesmas, seperti Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu).
“Operasionalnya belum ada. Ambulans itu gak bisa dipakai untuk operasional,” terangnya.
Menanggapi hal tersebut, Camat Teluk Bayur, Edi Baskoro menjelaskan, Unit Pelaksana Teknis (UPT) seperti puskesmas berada di bawah Dinas Kesehatan (Dinkes). Namun, pihaknya saat ini memberikan sarana alternatif yang dapat digunakan, yakni kendaraan operasional milik kampung yang terletak di tiga kampung Labanan.
“Kami diskusikan masalah sarana prasarana itu memang mobil operasional belum ada, tapi sudah antisipasi. Sementara ini bisa pakai mobil kampung milik Labanan Jaya, Makmur, dan Makarti,” katanya.
Edi juga menjelaskan, pihaknya telah berkoordinasi dengan kepala puskesmas untuk mengajukan kendaraan operasional dan keperluan fasilitas serta renovasi kepada Dinas Kesehatan.
“Pagar juga belum ada, beberapa sisi bangunan perlu rehab. Ke depannya untuk kenyamanan keluarga pasien dan pasien di sana juga kan bisa rawat inap,” pungkasnya. (*/mlt/arp)