TANJUNG REDEB - Realisasi Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) di Kabupaten Berau sebesar Rp 1,7 triliun atau 44,84 persen dari total pagu Rp 3,8 triliun. Mengalami penurunan 16,13 persen terutama pada transfer ke daerah.
Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Tanjung Redeb, Vierra Martina Rachmawati menyebut APBN di Kabupaten Berau didominasi belanja transfer, yang mempunyai pagu sebesar Rp 3,5 triliun atau 92,3 persen dari total pagu anggaran yaitu Rp 3,8 triliun.
Setelah itu disusul dengan belanja barang dengan alokasi Rp 177,8 miliar, belanja pegawai dengan alokasi Rp 102,5 miliar, dan belanja modal dengan alokasi Rp 50 miliar.
"Realisasi belanja hingga Juni ini yaitu sebesar Rp1,7 triliun dari total pagu Rp 3,8 triliun," ungkapnya, Rabu (10/7).
Angka itu mengalami pertumbuhan 31,70 persen dibandingkan tahun 2023,walaupun total pagu mengalami penurunan16,31 persen. Terutama penurunan pagu pada belanja transfer ke daerah sebesar 19,24 persen. Sedangkan, pagu belanja pegawai, belanja barang dan belanja modal mengalami kenaikan yaitu masing-masing 0,61 persen, 51,98 persen dan 114,53 persen.
"Pagu belanja barang dan belanja modal yang naik cukup signifikan dibandingkan tahun lalu yang memiliki potensi untuk direalisasi dan dibelanjakan di area Kabupaten Berau dan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal," jelasnya.
Begitu juga diterangkannya dengan pagu belanja TKD yang cukup besar senilai Rp 3,5 triliun, dapat disalurkan ke pemerintah daerah melalui KPPN untuk kemudian dibelanjakan untuk kemajuan Kabupaten Berau.
Adapun sampai dengan Juni ini, belanja pegawai terealisasi sebesar Rp 59,3 miliar atau 57,82 persen. Terjadi pertumbuhan 11,88 persen secara year on year (yoy). Belanja Barang terealisasi sebesar Rp 67,2 miliar atau 37,78 persen dengan pertumbuhan 31,4 persen secara yoy.
Belanja modal terealisasi sebesar Rp 19,6 miliar atau 38,15 persen dengan positive growth yang cukup signifikan yaitu 467,47 persen secara yoy. Belanja transfer ke daerah telah sesuai dengan jadwal realisasi yang ditetapkan DJPK untuk penyaluran pada bulan Juni dengan nilai total realisasi Rp 1,6 triliun atau 44,92 persen dari pagu Rp 3,5 triliun dan memiliki positive growth 31,33 persen secara yoy.
"Polres Berau menjadi satuan kerja (Satker) yang memiliki nilai realisasi terbesar pada realisasi belanja APBN di Kabupaten Berau, yaitu Rp 34 miliar atau 54,06 persen dari pagu Rp 62,9 miliar," bebernya.
Disusul Kantor BLU UPBU Kelas I Kalimarau dengan nilai realisasi belanja sebesar Rp 32,9 miliar atau 39,65 persen dari pagu Rp 83,1 miliar. Serta KPU Berau dengan nilai realisasi belanja Rp 22,8 miliar 36,47 persen dari pagu 62,6 miliar.
Di samping itu ada juga tiga satker dengan persentase penyerapan anggaran belanja tertinggi di Juni 2024, yaitu MAN Berau dengan realisasi belanja Rp 672 juta atau 63,65 persen dari pagu Rp 1,1 miliar. Pengadilan Agama Tanjung Redeb dengan realisasi belanja Rp 164 juta 61,92 persen dari pagu Rp 265 juta. Serta Kantor UPBU Maratua dengan realisasi belanja Rp 8,9 miliar 59,38 persen dari pagu Rp 14,9 miliar
Pihaknya juga memberikan rekomendasi kepada satker untuk mempercepat penyerapan anggaran. Seperti segera memenuhi persyaratan untuk pembukaan blokir anggaran, agar anggaran yang terblokir dapat segera direalisasikan. Mempercepat realisasi belanja barang dan belanja modal yang tidak terikat dengan jadwal kegiatan tertentu.
Melakukan perencanaan kegiatan terkait dengan realisasi anggaran dan mematuhi jadwal rencana kegiatan tersebut. Melakukan revisi anggaran atas pagu belanja yang tidak dapat direalisasikan. Satker juga perlu lebih diberikan dorongan untuk dapat meningkatkan kinerja pengelolaan anggaran dan mempercepat realisasi belanja APBN.
"Untuk mendukung tercapainya target berbagai program pemerintah yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan semakin menstimulasi pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Berau," tandasnya. (*/aja/arp)