Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Cairan Kuning Diduga Limbah di Pegat Batumbuk Diduga Kiriman dari Batu-Batu

Muhammad Sholehudin Al Ayubi • Selasa, 9 Juli 2024 | 19:34 WIB
Photo
Photo

TANJUNG REDEB - Kepala Unit Pelaksana Tugas Daerah (UPTD) Laboratorium Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), Agus Tri Hariyanto, merespons keluhan masyarakat tentang cairan kuning yang meresahkan masyarakat Kampung Pegat Batumbuk.

Katanya, hal itu tidak hanya ada di Pegat Batumbuk saja, tapi juga terdapat di Kampung Batu-Batu. Pihaknya pun mengklaim sudah memeriksa cairan tersebut di Kampung Batu-Batu.

“Limbah (cairan kuning, red) yang ada di Pegat Betumbuk tersebut sama persis dengan di Kampung Batu-Batu, kemungkinan besar itu limbah kiriman,” ujarnya ditemui di ruang kerjanya kemarin (8/7).

Cairan itu menurutnya, diduga sampai ke Pegat Batumbuk akibat tingginya gelombang dan pasang-surut air. “Nanti akan kita cek juga, tetapi kami mencurigai itu limbah yang sama,” tegasnya.

Saat melakukan pemantauan di Kampung Batu-Batu, piahknya juga sudah mengambil sempel, dan saat ini masih dalam proses pengecekan di laboratorium. “Kita juga belum bisa memastikan itu limbah apa, karena masih dalam proses pengecekan laboraturim. Setelah hasil lab keluar, maka kami bisa simpulkan,” sebutnya.

Adapun pemeriksaannya tidak dilakukan di Berau, sampel yang ada pihaknya ambil untuk diuji di Samarinda.

“Pengujiannya juga membutuhkan waktu, sehingga kita tunggu hasilnya seperti apa,” jelasnya.

Sejauh ini katanya, cairan itu tidak berdampak kepada hewan atau ikan, hanya mengotori ketinting ataupun kapal milik warga. “Dan informasi di Kampung Pegat Bertumbuk juga seperti itu, belum ada yang berdampak kepada tambak nelayan. Mudah-mudahan hasilnya segera keluar, dan kita bisa mengetahui itu limbah apa,” tandasnya.

Sebelumnya, Kepala Kampung Pegat Betumbuk, Alimuddin mengatakan telah mendapatkan lokasi diduga sumber cairan itu tak jauh dari permukiman masyarakat. Di sana mereka mendapati banyak cairan serupa berwarna kuning kental dengan jumlah yang sangat banyak. “Ada di satu lokasi limbahnya sangat banyak, dan sudah ada juga yang mengalir ke keramba pada nelayan,” ujarnya kepada awak media ini.

Dirinya meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau, agar bisa menurunkan tim mengecek cairan yang meresahkan warga itu. “Sudah satu Minggu lebih, tetapi belum ada satu pun tim yang datang untuk mengecek, apakah limbah tersebut berbahaya atau tidak,” tegasnya.

Turunnya tim dan dilakukan tes katanya akan membuat masyarakat bisa lega dan tidak menuduh ke yang lain-lain. “Karena jika seperti ini kita tidak tahu cairan apa, dan berbahaya atau tidak. Karena yang kami khawatirkan ini bisa mengganggu ikan dan udang nelayan,” tandasnya. (aky/sam)

 
Editor : Muhammad Sholehudin Al Ayubi
#limbah #pencemaran #kampung