TANJUNG REDEB - Masyarakat Berau, khususnya di beberapa wilayah perkotaan kembali mendapatkan jatah pemadaman listrik sejak pagi hingga sore, Minggu (30/6). Dari pantauan Berau Post, akibat pemadaman itu sejumlah kegiatan masyarakat akhirnya terganggu, seperti pelaksanaan Seminar Parenting yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Berau juga ikut terhambat.
Hal itu juga diakui Kepala Bagian Protokol, Komunikasi, dan Pimpinan (Prokopim) Berau, Agus Sutanto. "Iya, kegiatan di Balai Mufakat tadi akhirnya terhambat,” ujarnya.
Masyarakat Berau lainnya, Amnil, juga mengeluhkan pemadaman tanpa pemberitahuan sebelumnya. Pasalnya, pekerjaan yang dijalaninya dituntut cepat dan menggunakan beberapa alat yang membutuhkan sumber daya listrik.
“Akhirnya pekerjaan cukup terhambat, mencari beberapa kafe yang menggunakan pembangkit sendiri juga cukup sulit,” urainya.
Terpisah, Manajer PLN ULP Tanjung Redeb, Ikrarda Tegar, membenarkan bahwa sebagian wilayah perkotaan mengalami pemadaman. Itu katanya, lantaran dua panel 20 kV di dua pembangkit listrik yang ada mengalami gangguan hewan liar, sehingga terjadi pemadaman listrik.
“Suplai listrik di beberapa unit layanan Tanjung Redeb kejadiannya gangguan, ini murni gangguan. Tidak ada rencana kami memadamkan memang sebelumnya,” terang Tegar saat dikonfirmasi, Minggu (30/6).
Titik gangguannya sendiri dipaparkan Tegar, terdapat di Panel 20 kV yang terletak di Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Sambaliung dan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Lati di Gunung Tabur. Gangguan yang disebabkan hewan liar itu menyebabkan suplai listrik kepada pelanggan.
“Tapi saat ini (kemarin sore, red) yang di panel PLTD Sambaliung sudah normal, untuk yang di Lati masih berproses,” ungkapnya.
Secara rinci, terdapat serangan hewan liar yang masuk ke ruang panel dari pendistribusian listrik di kedua pembangkit listrik, sehingga terjadi gangguan suplai listrik yang seharusnya tersalur seperti biasanya. “Kalau ada hewan yang menyentuh atau masuk ke dalam jaringan listrik itu menyebabkan gangguan,” ungkapnya.
Pendistribusian listrik ini dijelaskan Tegar, secara mudahnya adalah panel itu berperan sebagai pembagi listrik yang akan disalurkan ke rumah-rumah pelanggan dari sumber pembangkit listrik yang ada. Dalam kejadian ini, panel yang seharusnya menyalurkan listrik ke sebagian wilayah perkotaan, Tanjung Redeb bahkan wilayah Gunung Tabur akhirnya terkendala.
“Dari pembangkit itu menyalurkan ke masing-masing panel, ketika panel ada gangguan, maka wilayah yang masuk dalam panel-panel tersebut mengalami gangguan sehingga terjadi pemadaman,” terangnya.
Dirinya belum bisa memastikan perbaikan di PLTU Lati akan selesai dalam berapa lama. Dirinya juga masih menjalin komunikasi dengan pihak PLTU Lati terkait perbaikan yang sedang ditangani.
“Kami dari estimasi pun belum dapat, tim berupaya secepatnya dan kami memohon maaf atas ketidaknyamanannya,” pungkasnya.
Direktur Indo Pusaka Berau (IPB), Aan Wibowo, juga membenarkan bahwa terjadi kendala di Panel 20 kV akibat serangan hewan sejenis tupai yang merusak tata kelola pendistribusian listrik dari PLTU Lati ke masyarakat. “Iya benar, memang ada serangan hewan,” ujarnya.
Namun dirinya menegaskan bahwa seusai kejadian dan dideteksinya kendala, tim perbaikan langsung bergerak dengan cepat melakukan penanganan. Sehingga kurang dari 12 jam pendistribusian listrik telah kembali normal.
“Iya langsung, tim langsung perbaikan. Makanya sekarang sudah aman,” pungkasnya. (sen/sam)