Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Berbincang Seputar Ramadan Edisi 19; Terus Belajar Memperbaiki Diri

Muhammad Sholehudin Al Ayubi • Selasa, 2 April 2024 | 21:35 WIB

Ustaz Iswandi Zulpahmiansyah
Ustaz Iswandi Zulpahmiansyah

Ramadan adalah momen yang tepat bagi umat muslim terus meningkatkan kapasitas rohaninya. Tak hanya belajar menahan lapar dan haus, puasa juga melatih manusia di bulan ini menjadi pribadi yang lebih baik.

ANGGORO FADJAR SUSENO, Tanjung Redeb


 

USTAZ Iswandi Zulpahmiansyah, yang merupakan Ketua Yayasan Itqon Smart Berau menggambarkan proses puasa seperti kupu-kupu yang awalnya adalah ulat, puasa ini merupakan metamorfosa yang sempurna dari roda kehidupan manusia.

“Sehingga dengan terus berproses, seorang hamba bisa menemukan kedamaian, ketenangan, dan keberkahan dalam hidupnya,” ujarnya.

Tiada seorangpun di dunia ini yang pada umumnya pasti merasakan keterpurukan, ragu cemas, dan merasa tidak percaya diri dalam hidupnya, termasuk para remaja seperti anak seusia SMA, mereka sering menyebutnya insecure atau tidak percaya diri.

“Kasus ini kerap kita temui di usia remaja yang menuju dewasa, mereka memerlukan bimbingan dan pengarahan yang tepat,” paparnya.

Menelisik sirah nabawiyah pada Nabi Muhammad SAW, bahwa Rasul pun pernah merasa demikian pada saat Allah SWT beberapa saat tidak menurunkan wahyu pada Nabi-Nya dan menjadi bahan hinaan yang dilontarkan oleh kaum kafir Mekkah yang menganggap bahwa Rasulullah SAW sudah tidak dipedulikan lagi oleh Tuhannya.

“Maka ini menjadi insecure-nya Nabi Muhammad SAW, sehingga turunlah surah Ad-Duha yang artinya, Tuhanmu (Nabi Muhammad) tidak meninggalkan dan tidak (pula) membencimu,” ujarnya.

Dalam wahyu itulah, bagai cahaya dalam kegelapan rasa takut, bagai oasis pada gurun kecemasan, wahyu itu menjadi sumber kekuatan bagi Rasulullah untuk terus melanjutkan perjuangan dakwahnya di dunia ini.

“Ini adalah sebuah jawaban dari Allah SWT yang membuat Rasul kembali semangat lagi berdakwah, sekaligus membuktikan bahwa pernyataan dari kaum kafir tersebut tidak lah benar,” ungkapnya.

Maka dari itu, kembali ke diri masing-masing bahwa Allah lah yang selalu memperhatikan kita dan menginginkan kita menjadi orang yang lebih baik dan terus berproses seperti kupu-kupu yang menjalani proses metamorfosa.

Sejalan dengan hal tersebut, di bulan Ramadan ini dari Yayasan ITQON SMART Berau berkesempatan membuat acara pesantren kilat 3 hari dengan mengumpulkan 7 SMA sederajat sekitaran Tanjung Redeb guna menjawab tantangan remaja saat ini yaitu “insecure” dangan tagline 'InSyaa Allah beri Perubahan guna membuat mereka lebih baik dari sebelumnya'.

“Ini mudahan menjadi upaya agar anak-anak kita bisa menyiapkan diri mereka lebih baik lagi, terkhusus di bulan yang mulia ini,” ungkapnya.

Pelaksanaan dilakukan di Ruang rapat H. Muharram Perumda Air Minum Batiwakkal yang resmi dibuka oleh Saipul Rahman selaku Direktur Perumdam Batiwakkal. Dirinya juga berharap agenda ini terus dilaksanakan tidak hanya di bulan Ramadan saja, namun bisa berkesinambungan semisal 2 pekan sekali, agar semangat anak-anak muda ini bisa terus tersalurkan.

“Antusiasme anak-anak SMA ini terbukti membuat mereka lebih mendalami agama Islam dengan materi penyentuh hati mereka,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, para remaja tidak hanya tertawa tapi sesi menangis pun sukses membuat mereka tersadar akan peningnya belajar agama, mereka sadar akan jauhnya dari Alquran dan selalu ada saja kekurangan serta jarang sekali untuk mensyukuri nikmat yang telah Allah berikan padanya.

“Dengan demikian, kita harap anak-anak terus belajar, terus meningkatkan diri agar menjadi insan yang tidak cepat puas terhadap dirinya,” pungkasnya. (sen/sam)

Editor : Muhammad Sholehudin Al Ayubi