Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Berbincang Seputar Ramadan Edisi 11; Membangun Aset Akhirat dengan Mengajarkan Anak Berpuasa

Muhammad Sholehudin Al Ayubi • Senin, 25 Maret 2024 | 16:23 WIB
Ustazah Nurhasanah
Ustazah Nurhasanah

Berpuasa merupakan rukun Islam yang ketiga, dan merupakan kewajiban bagi umat Islam untuk melaksanakannya. Berpuasa pun dianjurkan diajarkan kepada anak-anak sejak dini, harapannya anak terbiasa menjalankan kewajibannya sebagai muslim pada kemudian hari. Meski awalnya terasa berat, lama-lama anak akan terbiasa dan memahami esensi dari ibadah puasa itu sendiri.

AMNIL IZZA, Tanjung Redeb


 

USTAZAH Nurhasanah, menyampaikan, untuk mengajari anak berpuasa sejak dini perlu diberi pemahaman bahwa puasa merupakan salah satu rukun Islam.

Dengan memahami dan mengamalkan rukun Islam, tentunya melatih anak berpuasa akan mudah dilakukan. Orangtua juga harus menyampaikan keutaamaan berpuasa yang terdapat dalam Alquran.

“Pada dasarnya anak akan meniru apa yang dilakukan oleh orangtuanya atau disebut children see, children do,” katanya.

Ketika anak sering melihat hal-hal kebaikan yang dilakukan oleh orangtuanya, maka pasti akan ditiru oleh anak tersebut. Seperti ketika orangtuanya sering salat, anak pun otomatis akan mengikuti gerakan salat tersebut, walaupun gerakannya masih asal atau belum sempurna.

“Sama halnya dengan berpuasa, ketika orangtua menyambut gembira bulan Ramadan, anak pun pasti akan ikut gembira, walaupun pada hakikatnya anak belum paham. Namun dia pun akan ikut gembira,” terangnya.

Menurutnya, usia yang tepat untuk mengajarkan anak berpuasa bisa dimulai saat usia Taman Kanak-Kanak (TK) atau sejak 4-6 tahun. Pada usia itu, anak-anak hanya sekadar diberi pengenalan dan pelatihan untuk berpuasa. Misal hanya diajarkan berpuasa selama 6 jam saja.

“Jadi belum puasa full sampai Maghrib, tapi hanya setengah hari saja. Bakda Zuhur lanjut lagi puasanya sampai Maghrib,” ucapnya.

Tentu saja perlu diingat, anak usia dini tetap memerlukan gizi seimbang, maka pada saat sahur dapat menyiapkan menu yang dapat memenuhi gizinya selama berpuasa, serta vitamin untuk daya tahan tubuhnya. Sedangkan saat anak berusia 7-14 tahun barulah ditegaskan untuk berpuasa sampai seharian penuh.

“Karena pada usia ini Rasullullah memerintahkan kita agar mendidik anak disiplin dan diperkenalkan dengan segala tanggung jawabnya,” ujarnya.

Seperti hadis Abu Daud, “Perintahkanlah anak-anak kamu untuk mendirikan salat ketika berumur tujuh tahun, dan pukullah mereka karena meninggalkan salat ketika berumur sepuluh tahun, dan asingkanlah tempat tidur di antara mereka (lelaki dan perempuan)”. Artinya tidak hanya dalam konteks salat saja, namun semua kewajiban ibadah harus ditegaskan kepada anak.

Dalam mengajarkan anak berpuasa tentu ada beberapa kendala yang akan dihadapi orangtua. Salah satunya adalah anak belum paham makna berpuasa sesungguhnya, kenapa harus tidak makan, kenapa harus tidak minum, sehingga terkadang anak akan merengek pada saat ia merasakan lapar atau haus.

“Disinilah peran kita sebagai orangtua, harus memasukkan nilai-nilai pelaksanaan ibadah puasa. Memberikan pengajaran kesabaran kepada anak untuk bisa menahan rasa lapar dan hausnya,” kata Nurhasanah.

“Bisa dengan mengalihkan perhatiannya melakukan hal-hal yang gembira atau dijanjikan kalau puasanya sesuai target misal 1-2 hari dapat mainan dari ayah atau ibu,” imbuhnya.

Pada QS At Tahrim ayat 6 “Hai manusia jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan dasarnya dari manusia dan batu. Mereka dijaga oleh malaikat yang keras dan keras tegas yang mereka itu sangat patuh pada perintah Allah”.

Dari sini jelas perintah Allah agar kita semua senantiasa menjaga bila kita dan keluarga kita dari siksa neraka. Untuk itu haruslah melaksanakan setiap apa yang Allah perintahkan.

Perintah itu harus dengan rasa yang suka, rasa yang membutuhkan, bukan rasa yang hanya sekadar menggugurkan kewajiban.  

“Kita tidak ingin masuk surga sendiri, tentu kita ingin membawa seluruh keluarga kita,” sambungnya.

Apabila menginginkan keluarga kita terutama anak-anak kita suka berpuasa, tentu saja harus memulai dari diri sendiri sebagai orangtua yang terlebih dahulu harus suka berpuasa. Sehingga anak terbiasa melihat orangtua, dan anak juga sering dilatih berpuasa hingga itu menjadi sebuah kebiasaan untuknya. Karena sudah terbiasa akhirnya anak pun akan suka dan cinta dengan ibadah tersebut. (sam)

 
Editor : Muhammad Sholehudin Al Ayubi
#safari #ramadan