TANJUNG REDEB - Raihan lima ribu lebih suara pada Pemilihan Legislatif (2024), membuat nama Madri Pani digadang-gadang maju pada pemilihan kepala daerah (pilkada) tahun ini.
Catatan sejarah baru pada pileg Berau itu, nyatanya turut menguatkan Madri untuk maju pada Pilkada 2024. Meski langkahnya nanti mewajibkannya untuk mengundurkan diri sebagai wakil rakyat periode 2024-2029, yang baru akan menjalani pelantikan beberapa bulan mendatang.
"Ketika ditanya (maju pilkada, red), saya sampaikan siap maju dan menggaransikan jabatan saya sebagai wakil rakyat,” katanya saat ditemui di rumah dinasnya, pekan lalu.
Ia mengungkapkan, sejak awal berpolitik, dirinya menyadari banyak pihak yang menganggapnya sebelah mata. Namun, mampu dibuktikannya dengan kembali duduk di kursi legislatif. Sekaligus meraih suara terbesar di Berau.
Pencapaian itupun baginya sudah menjadi modal penting untuk maju pada pilkada tahun ini. Hanya saja, ia tak ingin berandai-andai dahulu. Sebab, untuk menjadi peserta pilkada, salah satunya harus diusung partai politik (parpol). “Saya tenang-tenang saja. Jika memang nanti saat pencalonan dan hasil terburuknya saya tidak diusung partai, berarti memang belum saatnya. Jalani saja dulu apa adanya,” tuturnya.
Partai NasDem, sebagai partai pemenang Pileg 2024 dengan perolehan lima kursi, dinilai Madri sudah selayaknya menargetkan kursi bupati, apabila maju sebagai kontestan pilkada. Hal itu pula yang akan menjadi dasarnya, jika mendapat rekomendasi dari partai.
“Karena untuk apa saya meninggalkan jabatan saat ini jika hanya berambisi untuk menjadi wakil. Ini bukan karena saya ambisius, tetapi realistis saja,” terang mantan kepala Kampung Gurimbang ini.
Namun, perolehan 5 kursi NasDem, partai tempatnya bernaung, belum cukup untuk memenuhi syarat minimal mengusung pasangan calon pada Pilkada Berau 2024. Karena syarat minimal, partai pengusung atau koalisi partai harus memiliki minimal 6 kursi.
Sehingga, jika dirinya nanti mendapat restu partai untuk maju, maka harus mencari koalisi dengan partai lain yang memiliki kursi di DPRD Berau. Tapi selain itu, Madri juga akan melihat dukungan masyarakat yang menginginkannya maju pada pilkada. “Jika memang ada dukungan dari masyarakat, maka saya siap untuk maju,” ungkapnya.
“Tetapi saya juga harus tahu diri. Mengenai partai, karena saya tunduk dan patuh atas perintah partai. Partai itu lebih tahu, lebih teliti, siapa yang cocok untuk diusung,” sambungnya.
Lebih lanjut, perihal kriteria ‘pendamping’ yang cocok untuk maju bersamanya, Madri dengan lugas menjawab harus memiliki elektabilitas tinggi dan popularitas baik. Namun terpenting menurutnya, sosok tersebut harus santun dan dapat menaungi serta merespons keluhan masyarakat.
“Itu cita-cita saya, boleh kan saya berangan-angan,” ujarnya sambil tertawa.
Mengenai komunikasi politik dengan parpol atau secara personal yang membahas pilkada. Dirinya mengakui sudah ada. Hanya saja, sebagai petugas partai dirinya tidak bisa memutuskan sendiri. Sebab harus dirapatkan terlebih dahulu oleh internal partai dan tim relawannya.
Yang pasti, Madri berkeinginan agar ke depan Berau bisa terus memiliki pemimpin yang adil dan bijaksana. “Bisa berjalan bersama serta memberikan contoh baik kepada masyarakat dan elite politik. Sehingga semua bisa berjalan dan politik juga damai,” pungkasnya. (aky/sam)