Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Berbincang Seputar Ramadan Edisi 10; Berbagi, Mengaji, dan Mengasihi

Muhammad Sholehudin Al Ayubi • Jumat, 22 Maret 2024 | 18:43 WIB
Ustaz Fakhruzzaini
Ustaz Fakhruzzaini

Di antara nikmat agung yang dirasakan saat ini, yaitu nikmat sehat dan umur panjang sehingga bertemu bulan suci Ramadan. Ramadan adalah bulan yang istimewa dan penuh keberkahan.

ANGGORO FADJAR SUSENO, Tanjung Redeb


 

RAMADAN hadir seperti ‘tamu’ yang membawa berbagai karunia anugerah yang dititipkan oleh Allah SWT, berupa ampunan, ganjaran pahala yang berlipat ganda, kasih sayang dari Allah SWT., bahkan kebebasan dari api neraka. Hal ini disampaikan Ustaz Fakhruzzaini, yang juga Wakil Ketua Pengadilan Agama Tanjung Redeb.

Lebih lanjut, momen bulan Ramadan mengakibatkan perubahan aktivitas sosial dan kebutuhan ekonomi di masyarakat. Bagi para pedagang dan pengusaha jasa, Ramadan bisa jadi adalah berkah materi karena meningkatnya omzet mereka.

“Momen jelang lebaran, juga kesempatan bagi para pekerja untuk mendapatkan Tunjangan Hari Raya (THR). Pasar-pasar kian ramai, volume belanja masyarakat meningkat, dan lain sebagainya,” ujarnya.

Kegembiraan yang terpancar atas datangnya bulan ini, apakah sekadar karena adanya keuntungan duniawi? Ataukah karena mencari pahala? Atau yang lebih mendalam dari itu semua yaitu mengharap ridha Allah SWT? Jawaban setiap orang, tentunya akan menentukan sejauh mana kesiapan dan semangat orang tersebut untuk memaksimalkan amal kebaikan di dalam bulan suci Ramadan.

Selain aktivitas puasa dan qiyamullail yang diganjar dengan penghapusan dosa-dosa yang telah lalu, sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW: “Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadan dengan iman dan mengharap ridha Allah SWT, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari). Dan “Barangsiapa yang mendirikan salat malam di bulan Ramadan dengan iman dan mengharap rida Allah SWT, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim).

“Maka, amalan lain yang juga sangat istimewa di bulan ini adalah bersedakah dan membaca Alquran,” tuturnya.

Ramadan adalah bulan sedekah. Memberi atau berbagi sedikit rezeki yang kita miliki kepada yang membutuhkan akan membawa hidup dalam keberkahan. Setiap kebaikan yang dilakukan saat Ramadan akan dilipatgandakan oleh Allah SWT, termasuk di dalamnya pahala bersedekah.

Rasulullah SAW. bersabda: “Barangsiapa yang pada bulan itu (Ramadan) mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan suatu kebaikan, maka nilainya seperti orang yang melakukan perbuatan yang diwajibkan pada bulan lainnya. Dan, barang siapa yang melakukan suatu kewajiban pada bulan itu, nilainya sama dengan 70 kali lipat dari kewajiban yang dilakukannya pada bulan lainnya. Keutamaan sedekah adalah sedekah pada bulan ramadan.” (HR. Bukhari dan Muslim).

“Ada banyak jenis sedekah yang dapat dilakukan pada bulan Ramadan ini, misalnya berbagi takjil untuk berbuka,” ujarnya.

Berbagi makanan untuk berbuka puasa akan memberikan keberkahan bagi orang yang menerimanya maupun bagi yang memberikannya. Sabda Nabi Muhammad SAW, “Siapa yang memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala orang yang berpuasa, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa tersebut sedikit pun juga.” (HR. Tirmidzi).

Kemudian, berbagi makanan untuk sahur. Selain berbagi makanan untuk berbuka, contoh sedekah di bulan Ramadan adalah memberikan makan sahur untuk orang lain. Di dalam hadis, "Bersahurlah kalian, karena di dalam sahur ada keberkahan." (HR. Bukhari), terakhir adalah bersedekah ketika tarawih. Tarawih adalah ibadah salat sunat yang hanya ada saat bulan Ramadan.

“Nah, kita bisa memasukan uang di kotak amal masjid setiap tarawih sesuai kemampuan,” terangnya.

Bukan sekadar mengajak, akan tetapi Rasulullah SAW. adalah penghulunya dalam berbagi. Ibnu Abbas ra. menceritakan: “Nabi Saw. adalah orang yang paling dermawan, dan beliau lebih dermawan lagi pada bulan Ramadan.” (HR. Bukhari dan Muslim) Kedermawanan Nabi Muhammad SAW tersebut tentu sulit untuk kita contoh jika kita tidak memiliki bekal harta yang cukup. Namun demikian, sekecil apapun kita berbagi suatu kebaikan kepada orang lain, semuanya mempunyai nilai di sisi Allah SWT.

Ramadan juga adalah bulan Alquran. Allah SWT. berfirman: “Bulan Ramadan, adalah bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Alquran” (QS. AlBaqarah: 185). Ibnu ‘Abbas ra juga menceritakan pertemuan Rasulullah SAW. dengan Malikat Jibril as. yang terjadi pada bulan Ramadan, “Jibril as. menemui Beliau SAW. setiap malamnya di bulan Ramadan. Jibril as. mengajarkan Alquran kepadanya.” (HR. Bukhari dan Muslim) Hadis tersebut menunjukkan bahwa kaum muslimin dianjurkan untuk banyak mempelajari Alquran dan melakukan tilawah Alquran pada bulan Ramadan.

“Orang yang melakukannya dinilai sebagai orang yang terbaik di sisi Allah SWT,” ungkapnya.
Sehingga sebagaimana sabda nabi, “Sebaik-baik kamu adalah orang yang belajar Alquran dan men-gajarkannya.” (HR. Bukhari) Hal itu dikarenakan Alquran adalah firman Allah Rabbul ‘alamin. Alquran merupakan ilmu yang paling utama dan paling mulia, sehingga orang yang mempelajari dan mengajarkannya adalah orang yang terbaik di sisi Allah SWT.

“Datangnya bulan Ramadan adalah salah satu dari rahmat kasih sayang Allah SWT kepada hamba-hamba-Nya yang beriman, untuk mengangkat derajat mereka menjadi orang yang bertakwa (muttaqin),” ungkapnya.

Oleh karena itu, kita pun wajib berkasih sayang kepada sesama, misalnya dengan saling berbagi kepada orang lain. Dan ingatlah, bahwa Allah SWT. masih menyimpan begitu banyak rahmat-Nya bagi orang-orang beriman di akhirat kelak. Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya Allah SWT. mempunyai seratus rahmat dan ia menurunkan satu di antara seratus rahmat itu untuk jin, manusia, binatang, dan serangga. Dengan satu rahmat itulah mereka saling menyayangi, dan dengan satu rahmat itulah binatang buas mempunyai rasa kasih sayang terhadap anaknya. Adapun rahmat yang sembilan puluh sembilan, Allah SWT. masih menyimpannya untuk diberikan pada hari kiamat, sebagai rasa sayang terhadap hamba-hamba-Nya." (HR. Bukhari dan Muslim).

“Teruslah manfaatkan bulan mulia ini, dengan keg-iatan kebajikan yang banyak semata-mata sebagai bentuk keimanan kita,” pungkasnya. (sam)

 
Editor : Muhammad Sholehudin Al Ayubi
#safari #ramadan #ragam