Salat lima waktu dan berpuasa Ramadan merupakan dua di antara dari lima Rukun Islam. Dimana keduanya merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan oleh setiap umat muslim dan itu sifatnya wajib.
ARTA KUSUMA YUNANDA, Tanjung Redeb
SUATU kewajiban apabila dikerjakan akan mendapatkan pahala. Sebaliknya, apabila ditinggalkan akan mendapatkan dosa, karena sudah melanggar perintah Allah SWT.
Meski begitu, masih ada sejumlah masyarakat yang tetap melaksanakan puasa di Bulan Ramadan, namun tak melaksanakan kewajiban lainnya yakni salat.
Menyikapi hal ini, Ustaz Mulyadi, menyebut, hal tersebut jangan hanya dilihat dari sisi negatif atau dipandang sebelah mata saja, dalam arti syukur-sykur orang tersebut mau menjalankan ibadah puasa.
“Jika permasalahan salat itu adalah masalah pribadi, meski di mata agama itu tidak baik, tetapi kita jangan menilai orang tidak baik,” katanya.
Karena menurutnya, semua manusia tidak tahu seperti apa akhir hidupnya, meski saat ini seseorang hanya berpuasa namun tidak menjalankan ibadah salat, namun dengan puasa itu juga suatu saat Allah SWT akan memberikan hidayah. “Karena ini juga ada nilai plusnya, karena ada niat untuk berpuasa,” jelasnya.
Tetapi tetap sebagai umat Muslim, dirinya tidak menyetujui bahwa umat beragama Muslim tidak melaksanakan Salat. Karena yang sempurnanya di Bulan Ramadan, yaitu berpuasa dan beribadah dalam hal ini salat bersamaan. “Artinya, barang siapa yang meninggalkan salat dengan sengaja, maka dia seakan-akan merubuhkan tiang agama,” paparnya.
Sengaja meninggalkan salat dijelaskan Imam Masjid Al Bayyinah ini, ditakutkan nanti meninggalnya su'ul khotima atau dengan keadaan jelek. Sebaliknya, jika tidak meninggalkan salat lima waktu dan orang tersebut meninggal dalam keadaan salat, itu sangat bagus atau husnul khotimah.
“Kita bukan menghakimi, kita sebagai umat muslim dan bersaudara maka tugas kita untuk menegur, tetapi dengan catatan tegur dengan cara santun. Jika tidak sanggup untuk menegur dengan lisan, maka kita bisa tegur dengan cara mendoakan,” sebutnya.
Ustaz Mulyadi juga mengingatkan agar selalu menjadikan salat sebagai kebutuhan, bukan dijadikan beban. Itu adalah hadiah untuk umat muslim. Karena, seperti diketahui, jika umat muslim tidak melakuakan salat tidak berpengaruh dengan Allah dan Nabi.
“Orang yang bisa menghayati salat itu maka efeknya berdampak bahwa dirinya bisa menahan diri dari berbuat keji dan mungkar, sehingga dua hal (Puasa, Salat, red) itu hukumnya wajib,” imbuhnya.
Dan yang paling utama itu adalah salat. Karena, di dalam salat juga ada yang namanya mempuasakan anggota tubuh, seperti tidak ada aktivitas makan saat beribadah dan juga mempunyai kekhusuan sendiri. “Bahkan ciri orang muslim dan non muslim itu ada di salat, karena jika bicara puasa, di agama lain juga ada yang melakukan hal tersebut. Tetapi tidak dengan kegiatan salat,” paparnya.
Dia pun mengumpamakan salat bak kantor yang bocor. Karena saat hari penghisapan, yang pertama dihisap adalah salat. “Jika salat kita bagus maka amalan-amalan lain akan bagus atau mengikut,” tandasnya. (sam)