Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Perhatikan Pola Makan bagi Penderita Penyakit Selama Puasa

Muhammad Sholehudin Al Ayubi • Minggu, 10 Maret 2024 | 20:12 WIB
Ketua Promosi Kesehatan RSUD dr Abdul Rivai, dr Najwa Farhana
Ketua Promosi Kesehatan RSUD dr Abdul Rivai, dr Najwa Farhana

KETUA Promosi Kesehatan RSUD dr Abdul Rivai, dr Najwa Farhana, puasa memiliki banyak manfaat, baik dari segi kesehatan fisik maupun psikologis. Di antaranya membakar lemak dalam tubuh, meningkatkan hormon pertumbuhan manusia, meningkatkan fungsi otak, mengurangi tekanan darah, mengatur trigliserida, mengatasi resistensi insulin, mengurangi risiko penuaan, dan penyakit berbahaya.

“Dari sisi psikologis dapat mengubah pikiran menjadi tenang, damai, dan bahagia. Juga mengurangi rasa takut dan agresif, puasa dapat mengurangi kecemasan dan depresi,” terangnya.

“Puasa juga dapat menumbuhkan rasa empati dan simpati, mematangkan kecerdasan emosional, memberikan mood positif bagi yang menjalankannya,” imbuhnya.

Namun, ada beberapa penyakit ringan yang juga dapat mengganggu saat berpuasa. Meski ringan, tapi bisa saja merepotkan saat menjalahi aktivitas. Seperti sembelit, jika tidak segera diatasi, sembelit bisa menyebabkan ambeien.

“Rasa nyeri pada gangguan pencernaan itu bisa membuat perut terasa kembung. Untuk mencegahnya harus banyak makan serat dan cukup air putih,” paparnya.

Lanjutnya, ketika berpuasa tidak sedikit juga orang yang juga mengalami tekanan darah rendah dan sakit kepala atau pusing. Makanya harus diimbangi dengan mengonsumsi banyak cairan dan garam ketika berbuka atau sahur. Umumnya sakit kepala juga dikarenakan aktivitas yang padat ditambah menahan kantuk dan kurangnya oksigen pada otak.

“Itu bisa dicegah dengan mengurangi minum kopi dan merokok. Serta mengatur jam tidur yang cukup selama Ramadan,” urainya.

Jika sudah mulai lesu, pening, gampang lelah, konsentrasi buruk, sakit kepala, dan pusing, artinya gula darah orang tersebut rendah. Solusinya dengan mengurangi makanan manis saat sahur, sehingga jumlah gula darah tetap seimbang. Karena turunnya gula darah ini biasanya karena terlalu banyak karbohidrat dan makanan manis saat sahur. Jadinya memicu tubuh memproduksi lebih banyak insulin.

“Kalau penderita diabetes tentu harus konsultasi dengan dokter dulu," sebutnya.

Selanjutnya kram otot dapat diatasi dengan makanan yang kaya kalsium, magnesium, dan kalium seperti produk susu, daging, buah, dan sayur.

Terakhir maag yang diakuinya sangat mengganggu ketika beraktivitas apalagi saat berpuasa. Jika parah, disarankan untuk mengonsumsi obat maag saat sahur atau berbuka sesuai anjuran dokter.

“Bisa juga saat berbuka diawali dengan minuman yang hangat supaya perut tidak sampai kaget. Minuman pembuka juga disarankan tidak terlalu manis,” sambungnya.

Maag dan gerd merupakan dua hal yang berbeda. Maag memiliki gejala seperti perut terasa penuh saat makan, ketidaknyamanan perut bagian atas yang terbakar, kembung, begah, mual, dan perasaan cepat kenyang setelah makan, pada dunia medis maag dikenal dengan sebutan dyspepsia.

Sedangkan gerd memiliki gejala dada terasa terbakar pada malam hari setelah makan, asam lambung naik ke kerongkongan, dada terasa nyeri, sulit menelan dan ada rasa mengganjal di kerongkongan.

Saat berbuka puasa penderita maag dan gerd tidak disarankan untuk makan langsung dengan porsi yang banyak karena dapat meningkatkan resiko kambuhnya penyakit lambung.

Bisa makan takjil, kurma, bubur atau buah-buahan terlebih dahulu, kasih jeda sekitar 30 menit untuk makan nasi.

Penderita maag maupun gerd juga harus menghindari makan secara terburu-buru yang sering terjadi ketika waktu sahur, sebab hal itu mengakibatkan gas masuk lebih banyak dalam pencernaan.

Cara mengantisipasinya bangun lebih awal atau jangan sengaja makan mepet waktu imsak.
Pilihlah menu yang sesuai. Maksudnya adalah dengan memilih nutrisi yang seimbang untuk tubuh. Contohnya mengonsumsi daging rendah lemak seperti ikan dan dada ayam.

Asupan buah juga harus diperhatikan disarankan hindari rasa yang asem, makan buah pisang, pir, apel pepaya dan lain-lain. Beberapa makanan dapat memicu peningkatan asam lambung lebih tinggi lainnya yaitu kopi, soda, sambal pedas, rasa asin, asem, dan gorengan.
Ketika makanan masuk ke dalam mulut kemudian ke lambung dan tidak bisa langsung ke usus. Karena saat berada di lambung akan diproses selama beberapa jam.

Ketika masih masa proses dan posisi tubuh sudah terbaring akan berpotensi katup yang ada antara lambung dan esophagus atau kerongkongan bisa terbuka.

Posisi yang baik untuk penderita gerd, dilihat dari posisi anatomis dari lambung di sebelah kiri penghubung dengan esophagus di tengah sehingga disarankan agar tidur miring ke kiri.

Selain itu, Najwa juga tidak menyarankan untuk minum es saat berbuka karena dapat mengganggu proses pencernaan seperti diare, mual atau kembung, menyebabkan sensasi sakit pada gigi, tenggorokan, dan perut. Juga dapat memicu penyakit tertentu seperti sakit kepala, migrain, dan sakit perut.

“Minum es juga menyebabkan kembung dan meningkatkan risiko infeksi kalau esnya tidak diproses secara higienis. Banyak bakteri dan kuman hidup pada es yang tidak bersih. Terutama kalau es dibuat dari air yang tidak steril,” terangnya. (*/aja/sam)

 
Editor : Muhammad Sholehudin Al Ayubi
#kesehatan #puasa #pola makan