TANJUNG REDEB – Kurang lebih satu bulan dilakukan perbaikan. Portal Jembatan Bujangga kembali ‘diseruduk’ truk lada Kamis (22/2) malam lalu.
Diketahui bahwa portal tersebut sudah puluhan kali ditabrak, namun sampai saat ini belum ada solusi yang tepat.
Menurut Ketua Komisi III DPRD Berau, Saga, insiden penabrakan portal Bujangga sudah kerap terjadi. Bahkan belum lama terpasang akibat ditabrak oleh truk beberapa waktu lalu.
“Sepertinya hampir setiap bulan portal tersebut (Portal Bujangga, red) selalu ditabrak kendaraan, baik itu truk ataupun pikap yang melintas” jelasnya.
Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dimintanya untuk bisa mencari solusi agar hal tersebut tak kembali terjadi. “Mungkin dengan memasang rambu yang lebih besar lagi, itu salah satu opsi atau seperti apa bisa dirapatkan terlebih dahulu,” katanya.
Apalagi, Saga mendapat informasi banyak sopir yang tidak melihat jika ada rambu-rambu larangan melintas bagi truk. Ditambah mayoritas sopir yang menabrak bukan warga asli Bumi Batiwakkal- sebutan Kabupaten Berau.
Ia juga meminta Pemkab Berau untuk bisa bertindak tegas kepada para pengendara yang menabrak portal Bujangga. Selain mengganti portal, harus ada tindak tegas sebagai efek jera.
“Jika sudah dipasang rambu-rambu yang besar, namun sopir masih tetap memaksa untuk melintas, itu harus diberi sanksi tegas. Jangan hanya diberi hukuman dengan mengganti material, melainkan ada hukuman dan sanksi yang lebih tegas lagi,” tuturnya.
OPD terkait juga menurutnya bisa mencari solusi yang bisa dilakukan. Sebab, hal seperti ini sudah sangat meresahkan karena selalu terulang. “Saya meminta OPD terkait untuk bisa cari solusi, jangan hanya menunggu saja. Jangan sampai hal seperti ini menjadi agenda bulanan atau tahunan,” tegasnya.
Sementara itu, salah satu warga sekitar Jembatan Bujangga, Agus mengatakan, portal jembatan Bujangga sudah menjadi ‘makanan’ bagi para sopir truk. Sebab, hampir setiap bulan peristiwa tersebut selalu terjadi.
“Yang ditakutkan pada saat malam hari, karena masyarakat yang beristirahat terkejut akibat adanya kejadian seperti itu,” keluhnya.
“Masyarakat juga sudah hafal, jika terjadi benturan hebat warga sekitar pasti langsung dengan spontan mengatakan ‘pasti portal kena tabrak’,” tandasnya. (aky/arp)
Editor : Muhammad Sholehudin Al Ayubi