Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Peningkatan TPA Talisayan Jadi Prioritas, DLHK Terbentur Aturan untuk Tambah Tenaga Kontrak

Muhammad Sholehudin Al Ayubi • Jumat, 23 Februari 2024 | 07:00 WIB
HARUS DIPERLUAS: Tempat Pengolahan Akhir Talisayan memerlukan perluasan lahan pengelolaan untuk menampung dan mengelola sampah rumah tangga di 4 kecamatan terdekat.
HARUS DIPERLUAS: Tempat Pengolahan Akhir Talisayan memerlukan perluasan lahan pengelolaan untuk menampung dan mengelola sampah rumah tangga di 4 kecamatan terdekat.

TALISAYAN – Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Talisayan perlu mendapat peningkatan kapasitas dan pekerja. Hal itu yang disampaikan Kepala Kampung Talisayan, Ali Wardana saat musrenbang.

Bupati Berau, Sri Juniarsih pun memastikan agar usulan itu jadi prioritas. Supaya tidak meninggalkan kesan buruk bagi wisatawan.

“Bagaimana kita ketahui Talisayan paling ramai, saya minta DLHK tolong tambahkan sarpras yang dibutuhkan,” terangnya.

Hal ini menjadi perhatian lantaran tumpukan sampah menjadi penarik perhatian. Sehingga, jika memang membutuhkan tenaga tambahan ataupun penambahan sarana dan prasarana, bisa ditindaklanjuti.

Upaya itu menurutnya menjadi solusi jangka pendek, agar tidak merusak citra Talisayan dan Berau dalam mempromosikan wisata yang banyak. “Tumpukan sampah itu merusak pandangan wisatawan ketika melancong kesini. Tolong ditindaklanjuti, supaya sampah tidak lagi bertumpuk seperti biasanya,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau, Mustakim Suharjana mengungkapkan, selama ini untuk pelaksana di Unit Pelaksana Tugas (UPT) Kebersihan Talisayan hanya diisi oleh 8 personel. Kedelapan personel itu terdiri dari 2 pegawai struktural, serta 6 lainnya adalah Tenaga Kontrak melalui pihak ketiga untuk menjaga kebersihan tidak hanya di Talisayan, yaitu Batu Putih hingga Bidukbiduk.

“Layanan untuk wilayah yang luas memang tidak cukup. Baru bisa melayani pengangkutan sampah dari TPS ke TPS, sebanyak rata-rata 2 ton sampah per hari,” terang Mustakim.

Terkait penambahan tenaga kontrak yang saat ini dirasa kurang, Mustakim menerangkan adanya aturan yang mengharuskan pengangkatan tenaga kontrak harus melalui pihak ketiga atau penyalur.

Apalagi, saat ini, penambahan tenaga kini jarang tersedia. Belum lagi, keterbatasan anggaran jadi salah satu persoalan. Sebab, dalam mengangkat tenaga kontrak melewati outsourcing.

“Ada aturan memang harus tenaga outsourcing, kami kesulitan menambah tenaga seperti sebelumnya. Untuk gaji wajib di atas atau sama dengan UMR. Sementara kontrak kita di DLHK masih di bawah UMR,” terangnya.

Ia melanjutkan, dalam waktu dekat, akan terjadi peningkatan timbunan sampah di Talisayan, menyebabkan penanganan memerlukan sarana dan prasarana. Seperti butuh mobil truk berjenis Armroll yang bisa terangkat.

Menurut Mustakim, hal itu merupakan solusi jangka pendek dan perlu kebijakan untuk menambah tenaga kontrak yang cakupan layanan semakin luas.

“Untuk saat ini pelayanan dilakukan di Talisayan, Batu Putih, Biatan dan Bidukbiduk. Sehingga selama ini kita kesulitan untuk melayani mereka, sifatnya insidentil kami support tenaga kebersihan dari Talisayan dan Tanjung Redeb,” terangnya.

Terpisah, Kepala Kampung Talisayan, Ali Wardana menerangkan, Kampung Talisayan menjadi pusat di Kecamatan Talisayan dan dihuni hingga lebih dari 4.000 jiwa. Tentu, permasalahan sampah jadi yang utama.

“Kan sebagai ibukota kecamatan, salah satu kampung terpadat, masalah sampah ini menjadi keluhan, memang ada UPTD-nya,” ujarnya.

Permasalahan sampah ini diungkapnya belum tertangani dengan baik. Diketahui, luas lahan TPA Talisayan seluas 4,5 hektar yang baru dibuka tidak mencapai 1 hektar, apalagi dengan produksi sampah 12 ton per hari dari Talisayan.

“Kalau di TPS saja tidak bisa ditampung, dari SDM-nya di lapangan hanya 6 orang, sedangkan luas tanggung jawab mereka Biatan hingga Bidukbiduk. Oleh karenanya perlu ditambah,” pungkasnya. (sen/arp)

Editor : Muhammad Sholehudin Al Ayubi
#tpa #Talisayan #wisata #naker