TANJUNG REDEB – Masyarakat di Kabupaten Berau dihebohkan dengan musibah kebakaran yang terjadi di RT 5 dan RT 6 Kampung Pegat Bukur, Kecamatan Sambaliung, kemarin (18/2). Dalam peristiwa itu, terdapat 98 rumah yang rata dengan tanah ulah dari amukan si jago merah.
Dijelaskan Kapolesk Sambaliung, AKP Amin Maulani, musibah itu menghanguskan 98 rumah hunian dan rumah bangsalan. Katanya, salah satu saksi, Maria, melihat api berasal dari kamar miliknya. Dia bersama rekannya pun langsung berupaya memadamkan api tersebut.
Bukannya padam, api justru membesar dan merambat ke rumah warga lainnya.
Saat ini katanya, personel Polsek Sambaliung sedang mendalami kejadian tersebut. Namun kerugian yang disebabkan musibah itu ditaksir mencapai Rp 6,86 miliar. “Untuk kerusakan sebanyak satu unit truk, tiga unit kendaraan roda empat dan empat unit roda dua yang tak bisa terselamatkan,” sebutanya.
“Tetapi beruntung tidak ada korban jiwa dalam pristiwa ini, dan kami dari pihak kepolisian juga masih melakukan olah Kejadian Tempat Perkara (TKP) untuk memastikan sumber api dalam kejadian tersebut,” tandasnya.
Di tempat terpisah, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau, Nofian Hidayat, mengatakan, setelah menerima informasi pihaknya langsung menuju TKP. Dalam pemadalam api tersebut total unit yang dikerahkan dalam pemadaman sebanyak 9 unit damkar dan tiga unit mobil peralatan.
Untuk memadamkan api yang menghanguskan 98 rumah itu juga menurut Nofian tim BPBD dibantu personel TNI/Polri, Fire Rescure perusahaan, dan masyarakat setempat. Butuh dua jam untuk memadamkan api. “Api dapat dijinakan kurang lebih dua jam, dengan luas lahan yang terbakar 70x100 Meter,” jelasnya.
Dalam kejadian ini menurutnya ada sebanyak dua korban yang diketahui berusia 15 tahun dan 40 tahun harus dilakukan perawatan akibat sesak nafas.
“Tidak ada korban jiwa, tetapi ada dua warga yang harus dilakukan perawatan karena sesak napas,” sebutnya.
Untuk total warga yang terdampak akibat kebakaran ini ada sebanyak 205 jiwa dengan jumlah 148 Kartu Keluarga (KK). “Untuk saat ini data yang kami dapat di lapangan sebanyak 205 warga yang terkena musibah, karena ini dua RT,” jelasnya.
Akibat peristiwa ini, menurut Nofian, warga saat ini sedang membutuhkan bantuan seperti makanan dan minuman juga pakaian. “Karena dalam kejadian ini masyarakat tidak bisa menyelamatkan barangnya, sehingga pakaian dan logistik sangat dibutuhkan saat ini,” tandasnya. (aky/sam)
Editor : Muhammad Sholehudin Al Ayubi