TANJUNG REDEB – Buaya sepanjang 4,77 meter dari Kampung Sukan Tengan, Kecamatan Sambaliung dibawa ke penangkaran di Tarakan, Kalimantan Utara.
Kepala SKW I BKSDA Kaltim-Berau, Muhammad Ilyas mengatakan, selama di Tarakan hewan karnivora itu mendapat perawatan intensif oleh tim kesehatan. Sebab, dari hasil pemeriksaan, terdapat luka di badan buaya tersebut.
“Sudah kami obatin. Nanti kami cek periodik secara bertahap," ujarnya kepada awak media ini kemarin.
Selama tinggal di rumah pembiakan buaya, kata dia akan rutin dapat makanan serta menjaga kenyamanan buaya tersebut. Sekaligus akan mengalami penyesuaian jika masuk rumah penangkaran.
“Biasanya akan susah makan di bulan-bulan pertama," tuturnya.
Dengan adanya hal ini, dirinya juga meminta masyarakat untuk dapat berhati-hati. Jika melihat buaya maka bisa segera melaporkan hal tersebut kepada pihaknya.
“Karena memang ini menjadi hal yang sangat berbahaya, harus bisa diatasi dengan cepat,” sebutnya.
Pasca adanya penemuan buaya tersebut, menjadi atensi Camat Sambaliung, Ahmad Juhri. Dirinya mengatakan, akan mengupayakan membantu mencarikan solusi agar Kampung Sukan Tengah terbebas dari gangguan buaya muara.
“Warga pemilik tambak kerap melaporkan sering mendapatkan gangguan buaya muara itu,” ungkapnya.
Ke depan pihaknya berencana akan menghubungkan Pemerintah Kampung Sukan tengah dengan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk menuntaskan permasalahan tersebut. Hingga, permasalahan masyarakat selama ini akan menemukan jalan keluarnya “Sudah meresahkan. Kita akan upayakan segala cara,” katanya. (aky/arp)
Editor : Muhammad Sholehudin Al Ayubi