BERAU POST - Warga Kampung Labanan Jaya, Kecamatan Teluk Bayur, digegerkan dengan penemuan jasad seorang pria yang ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung di area kebun, Sabtu (11/7) sekitar pukul 17.00 Wita.
Korban diketahui bernama Abbas (62), seorang pedagang yang berdomisili di Jalan Lamin RT 04, Kampung Labanan Jaya.
Sebelumnya, korban dilaporkan tidak pulang ke rumah sejak Jumat (10/7) sekitar pukul 09.00 Wita, sehingga keluarga dan warga setempat berinisiatif melakukan pencarian.
Kasi Humas Polres Berau, AKP Suradi, menjelaskan bahwa pencarian bermula setelah Ketua RT 10 Kampung Labanan Jaya, Bahroni, menerima laporan dari warga mengenai hilangnya korban.
“Setelah menerima informasi tersebut, sekitar pukul 16.00 Wita Ketua RT mengumpulkan warga untuk bersama-sama melakukan pencarian di sekitar kebun yang biasa didatangi korban,” ujar AKP Suradi.
Menurutnya, korban diketahui kerap menghabiskan waktu di kawasan kebun di Jalan Perkutut RT 10, Kampung Labanan Jaya, untuk mencari bibit kelapa sawit.
Berbekal informasi tersebut, warga kemudian menyisir area perkebunan dengan berpencar ke beberapa titik. Saat pencarian berlangsung, saksi melihat sebuah pohon besar yang tertutup semak belukar. Karena merasa curiga, ia mendekati lokasi tersebut.
“Sesampainya di dekat pohon, saksi mendapati korban sudah dalam keadaan meninggal dunia dengan posisi tergantung,” jelasnya.
Temuan itu langsung membuat suasana pencarian berubah menjadi duka. Ketua RT kemudian memanggil warga lainnya serta meminta agar Pos Polisi Labanan dan ambulans segera dihubungi.
Menerima laporan tersebut, personel Polsek Teluk Bayur langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Tim Reserse Kriminal bersama anggota piket penjagaan mengumpulkan keterangan saksi dan melakukan pemeriksaan awal guna memastikan kronologi kejadian.
“Selain mengamankan lokasi, petugas juga membantu proses evakuasi jenazah dan membawa korban ke UPT Puskesmas Labanan untuk dilakukan pemeriksaan medis serta pembuatan visum et repertum,” tuturnya.
AKP Suradi mengatakan, dari hasil pemeriksaan awal tidak ditemukan adanya indikasi tindak pidana. Namun demikian, penyelidikan tetap dilakukan sebagai prosedur kepolisian dalam setiap penemuan jenazah.
“Petugas telah meminta keterangan sejumlah saksi serta melakukan langkah-langkah kepolisian sesuai prosedur,” katanya.
Usai pemeriksaan, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga dan disemayamkan di rumah duka di Jalan Perkutut RT 10, Kampung Labanan Jaya.
Pihak keluarga diketahui menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah dan telah menandatangani surat pernyataan penolakan serta proses visum sesuai ketentuan yang berlaku.
“Peristiwa tersebut meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan warga sekitar yang mengenal korban sebagai sosok yang sehari-hari beraktivitas sebagai pedagang,” pungkasnya. (aky/hmd)
Editor : Nurismi