BERAU POST – Terungkapnya kasus kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak yang terjadi di Kabupaten Berau dalam beberapa waktu terakhir menjadi perhatian serius berbagai pihak.
Kepolisian pun mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak ragu melaporkan apabila mengetahui adanya tindak kekerasan yang terjadi di lingkungan sekitar.
Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Berau, Iptu Siswanto, menegaskan bahwa peran keluarga, khususnya orang tua, sangat penting dalam memberikan perlindungan kepada anak-anak, terutama saat mereka memasuki usia remaja.
Menurutnya, orang tua perlu lebih aktif mengawasi perkembangan anak, membangun komunikasi yang terbuka, serta peka terhadap perubahan perilaku yang mungkin menjadi tanda adanya masalah yang dialami anak.
"Orang tua harus terus mengawal dan memperhatikan anak-anaknya, terutama yang mulai tumbuh dewasa. Kedekatan emosional dan komunikasi yang baik sangat penting agar anak merasa aman untuk bercerita apabila mengalami sesuatu yang tidak diinginkan," ujarnya.
Iptu Siswanto mengungkapkan, salah satu tantangan terbesar dalam penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak adalah masih banyak korban yang memilih untuk diam karena merasa takut, malu, atau mendapat tekanan dari lingkungan sekitar.
Bahkan, tidak sedikit keluarga korban yang enggan melaporkan kasus yang dialami karena khawatir terhadap stigma sosial maupun dampak lainnya.
"Sering kali korban takut untuk melapor. Padahal, laporan dari masyarakat sangat penting agar kami dapat melakukan penyelidikan dan memberikan perlindungan kepada korban," jelasnya.
Ia menegaskan, keberanian masyarakat untuk melapor merupakan langkah awal yang sangat penting dalam mengungkap kasus kekerasan dan mencegah munculnya korban-korban lainnya.
Karena itu, pihaknya mengajak masyarakat untuk tidak ragu segera menghubungi kepolisian apabila mengetahui, melihat, atau mencurigai adanya tindak kekerasan terhadap perempuan maupun anak.
"Jika mengetahui atau melihat adanya tindakan kekerasan, segera laporkan kepada pihak kepolisian. Informasi dari masyarakat sangat membantu dalam proses penanganan kasus," katanya.
Lebih lanjut, dirinya menyebut bahwa pelaku kekerasan terhadap anak tidak jarang berasal dari lingkungan terdekat korban. Bahkan, banyak kasus menunjukkan pelaku merupakan orang yang dikenal baik oleh korban dan berinteraksi dalam kehidupan sehari-hari.
"Kasus kekerasan terhadap anak sering kali justru dilakukan oleh orang-orang terdekat, baik di lingkungan sekitar maupun keluarga sendiri. Ini yang harus menjadi perhatian bersama," ungkapnya.
Kondisi tersebut, lanjutnya, menjadi alasan penting bagi para orang tua untuk meningkatkan kewaspadaan serta memastikan anak-anak mendapatkan perlindungan dan pengawasan yang memadai.
Selain itu, edukasi kepada anak mengenai batasan dalam berinteraksi dengan orang lain dan keberanian untuk berbicara apabila merasa tidak nyaman juga perlu terus diberikan.
"Perlindungan terhadap anak adalah tanggung jawab bersama. Jangan takut untuk melapor jika mengetahui adanya kekerasan. Dengan kepedulian semua pihak, kita dapat mencegah semakin banyak korban dan memberikan rasa aman bagi anak-anak kita," pungkasnya. (aky/hmd)
Editor : Nurismi