Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Berawal dari Rayuan Manis di Layar Ponsel, Polres Berau Warning Warga Bahaya Nyata "Love Scamming"

Nurismi • Selasa, 19 Mei 2026 | 19:05 WIB
Kanit PPA Polres Berau, Iptu Siswanto. (BERAU POST)
Kanit PPA Polres Berau, Iptu Siswanto. (BERAU POST)

BERAU POST – Perkembangan teknologi dan media sosial membuat interaksi antarindividu semakin mudah. Hubungan pertemanan hingga percintaan kini dapat terjalin hanya melalui layar ponsel.

Namun, di balik kemudahan tersebut, masyarakat diminta untuk lebih waspada terhadap maraknya kasus penipuan berkedok cinta atau yang dikenal dengan istilah love scamming.

Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Berau, Iptu Siswanto mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya dengan orang yang baru dikenal melalui media sosial maupun aplikasi kencan daring.

Menurutnya, pelaku love scamming biasanya menggunakan identitas palsu dan membangun komunikasi secara intens demi mendapatkan kepercayaan korban. Modus tersebut kerap menyasar masyarakat yang tengah mencari pasangan atau teman dekat melalui dunia maya. 

“Pelaku biasanya memberikan perhatian lebih, bersikap romantis, hingga membuat korban merasa nyaman dan percaya. Setelah hubungan emosional terbentuk, barulah pelaku mulai melancarkan aksinya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pelaku penipuan sering kali menggunakan berbagai alasan untuk meminta uang kepada korban. Mulai dari alasan keadaan darurat, biaya perjalanan, masalah keluarga, hingga mengaku membutuhkan bantuan mendesak.

Tidak sedikit pula pelaku yang mencoba mendapatkan data pribadi korban untuk disalahgunakan. Fenomena ini, kata dia, menjadi ancaman serius di era digital karena banyak masyarakat yang belum menyadari bahaya hubungan daring yang tidak disertai kehati-hatian. Terlebih, pelaku kerap memanfaatkan foto menarik dan identitas palsu agar terlihat meyakinkan. 

“Jangan mudah terlena dengan rayuan di media sosial. Pastikan identitas orang yang dikenal benar-benar jelas dan jangan pernah memberikan data pribadi maupun mengirim uang kepada seseorang yang belum pernah ditemui secara langsung,” tegasnya.

Iptu Siswanto juga mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Ia meminta warga untuk tidak membagikan informasi sensitif seperti nomor rekening, kode OTP, alamat rumah, hingga dokumen pribadi kepada orang yang baru dikenal secara daring.

Selain itu, masyarakat juga diimbau segera menghentikan komunikasi apabila menemukan kejanggalan dalam hubungan tersebut. Misalnya, pasangan daring yang terlalu cepat menyatakan cinta, menghindari pertemuan langsung, atau terus meminta bantuan finansial dengan berbagai alasan.

“Kalau sudah mulai meminta uang atau informasi pribadi, masyarakat harus curiga. Itu bisa menjadi indikasi awal adanya penipuan,” katanya.

Polres Berau, lanjutnya, siap menindaklanjuti setiap laporan masyarakat terkait dugaan penipuan berkedok asmara tersebut. Ia pun mengajak warga untuk tidak ragu melapor apabila mengalami atau mengetahui adanya kasus love scamming. 

“Jika menemukan indikasi penipuan, segera laporkan ke Polres Berau agar bisa segera ditindaklanjuti,” pungkasnya. (aky/hmd)

Editor : Nurismi
#Love scamming #polres berau #media sosial