BERAU POST - Kecelakaan lalu lintas terjadi di wilayah hukum Polsubsektor Batu Putih, Polsek Bidukbiduk sekitar pukul 18.00 Wita, Senin (20/4).
Insiden yang melibatkan dua sepeda motor itu mengakibatkan satu remaja meninggal dunia, sedangkan dua lainnya luka berat.
Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Ulin RT 05, Kampung Kayu Indah, Kecamatan Batu Putih. Dua kendaraan yang terlibat yakni sepeda motor Suzuki Satria warna hitam tanpa nomor polisi dan Honda Supra X warna hitam tanpa pelat nomor.
Dijelaskan Kepala Polsubsektor Batu Putih, Ipda Apriliando, menjelaskan, kecelakaan melibatkan sepeda motor Suzuki Satria yang dikendarai RJ (19), serta Honda Supra X dikendarai MA (19) dengan seorang penumpang berinisial MR (17).
“Korban yang dinyatakan meninggal dunia sempat coba dibawa ke Puskesmas Batu Putih,” ungkapnya diwawancara Selasa (21/4).
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, peristiwa nahas itu bermula saat MA bersama MR melaju dari wilayah RT 05 menuju Jalan Manunggal. Pada saat bersamaan, dari arah berlawanan datang RJ yang mengendarai Suzuki Satria.
Diduga, pengendara Suzuki Satria melaju dengan kecepatan tinggi dan kurang konsentrasi hingga masuk ke jalur lawan.
Akibatnya, tabrakan keras tak dapat dihindari. “Diduga pengendara Satria kurang konsentrasi dan mengambil jalur berlawanan sehingga terjadi benturan frontal,” katanya.
Benturan keras membuat para korban terpental ke badan jalan dan mengalami luka serius di sejumlah bagian tubuh. RJ mengalami luka robek di pelipis kiri, mata kiri bengkak, serta luka lecet di bagian tubuh dan kaki.
Sementara MA menderita luka robek di pelipis, bibir, serta lecet di tangan, dada, dan kaki. Korban MR mengalami luka paling parah, terutama di bagian kepala.
Meski sempat dilarikan ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan penanganan medis, nyawanya tidak berhasil diselamatkan.
“RJ dan MA selamat dan saat ini masih menjalani perawatan medis, sedangkan MR dinyatakan meninggal dunia,” tambahnya.
Atas peristiwa ini, dirinya meminta kepada masyarakat untuk terus waspada saat berkendara. Bahkan, dirinya pun meminta kepada orang tua agar tidak memberikan kendaraan kepada anak-anak yang masih di bawah umur, karena hal tersebut sangat membahayakan anak bahkan pengguna jalan lain.
“Utamakan keselamatan, jangan memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi, dan tetap fokus saat berkendara. Semoga kejadian seperti ini tidak terulang kembali,” pungkasnya. (aky/sam)
Editor : Nurismi