BERAU POST – Seorang anak laki-laki berisial R (9) yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat diduga terbawa arus di Pantai Ulingan, Kampung Teluk Semanting, Kecamatan Pulau Derawan, akhirnya ditemukan pada Selasa (7/4) pagi dalam kondisi meninggal dunia.
Kapolsek Pulau Derawan AKP Iwan Purwanto menjelaskan, korban ditemukan sekitar pukul 09.47 Wita di perairan sekitar 1,8 kilometer dari lokasi awal kejadian, tepatnya ke arah selatan dari titik hilang.
“Korban ditemukan sudah tewas,” ujarnya.
Ia menyampaikan, proses pencarian memasuki hari kedua dengan melibatkan tim gabungan yang dibagi menjadi tiga kelompok.
Tim tersebut terdiri dari pencarian di dalam air (search diving), pencarian di atas air ke arah laut, serta penyisiran di sepanjang pesisir pantai.
“Pencarian dilakukan secara maksimal dengan membagi tim ke beberapa titik untuk mempercepat proses penemuan korban,” jelasnya.
Peristiwa nahas tersebut terjadi pada Minggu (5/4) sekitar pukul 14.30 Wita di Pantai Ulingan RT 01 Kampung Teluk Semanting. Saat itu, korban bersama keluarga dan saksi diketahui berada di lokasi untuk berlibur sekaligus mencari kerang di sekitar pantai.
Namun, saat beraktivitas di perairan, korban diduga terbawa arus hingga akhirnya hilang dan dilakukan upaya pencarian oleh tim gabungan. “Korban bersama keluarga awalnya datang untuk berlibur dan mencari kerang di sekitar pantai,” tambahnya.
Kapolsek juga mengimbau kepada masyarakat dan wisatawan agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di kawasan pesisir, terutama dalam mengawasi anak-anak.
“Kami mengimbau agar selalu meningkatkan kewaspadaan, khususnya bagi orang tua yang membawa anak-anak ke pantai,” tandasnya.
Dengan ditemukannya korban, proses pencarian resmi dihentikan dan selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk penanganan lebih lanjut.
Sementara itu, Kabid Pemadaman dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Berau, Nofian Hidayat, mengungkapkan bahwa lokasi penemuan korban cukup jauh dari titik awal kejadian.
“Korban dalam kondisi mengapung di perairan terbuka dan sudah meninggal dunia,” jelasnya.
Begitu identitas korban dipastikan, tim gabungan segera melakukan proses evakuasi dengan penuh kehati-hatian. Jasad korba kemudian dimasukkan ke dalam kantong jenazah dan dibawa menuju puskesmas terdekat untuk pemeriksaan medis lebih lanjut.
“Setelah ditemukan, korban langsung dievakuasi dan dibawa ke puskesmas menggunakan kantong jenazah sebelum diserahkan kepada pihak keluarga,” tambah Nofian.
Suasana haru menyelimuti lokasi saat jenazah korban akhirnya diserahkan kepada keluarga yang telah menanti dengan penuh kecemasan sejak hari pertama pencarian.
Tangis pecah mengiringi berakhirnya penantian panjang yang berujung duka mendalam. Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian resmi dihentikan.
Nofian pun menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses pencarian. (aky/hmd)
Editor : Nurismi