BERAU POST - R (10) wisatawan asal Kalimantan Utara (Kaltara), tenggelam saat asyik berenang di Pantai Ulingan, Derawan, pada Minggu (5/4) sekira pukul 14.30 Wita.
Kapolsek Pulau Derawan, AKP Iwan Purwanto menegaskan, korban bersama dua rekannya berenang di pinggir pantai, kemudian saksi yakni Muhammad Ariandi (53), ia sedang mencari tudai, dan melihat korban dan dua rekannya. Saksi sempat berteriak untuk menunggu dirinya, namun mereka tidak menjawab.
“Saksi mengingatkan korban dan rekannya, agar tidak terlalu ke tengah,” ujar Iwan.
Saat ditegur, korban menjawab bahwa dirinya pandai berenang. Kemudian, rekan korban sempat tenggelam dan ditarik oleh Muhammad Ariandi, sedangkan korban sudah tidak kelihatan lagi. Kemudian saksi berupaya kembali menyelam, namun keberadaan korban tidak ditemukan.
“Air di lokasi keruh, jadi sulit melakukan penyelaman,” katanya.
Warga yang mendengar teriakan rekan korban, berupaya membantu saksi untuk melakukan pencarian dan melakukan pelaporan ke Polsek. Saat tiba, tim dari Polsek Pulau Derawan, masih belum bisa menemukan korban.
“Hingga sore hari (kemarin,red) korban belum ditemukan,” paparnya.
Iwan menambahkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Basarnas, Disdamkar Berau, untuk membantu pencarian korban.
“Kondisi cukup gelap, kami hentikan pencarian dulu malam,” tuturnya.
Terpisah, Kepala Bidang Pemadam dan Penyelamatan Disdamkarmat Berau, Nofian Hidayat, menuturkan tim masih berupaya melakukan pencarian terhadap korban.
“Kami menerima informasi sekira pukul 15.00 Wita,” ujarnya.
Tim gabungan berencana akan berangkat besok (hari ini,red) untuk melakukan pencarian dengan metode penyelaman.
“Untuk situasi, belum bisa kami gambarkan, metode pencarian juga kemungkinan ada dua opsi,” ungkapnya.
Pencarian dilakukan melalui jalur penyelaman dan juga menggunakan perahu. Untuk posisi korban, kemungkinan berada tidak jauh dari posisi terakhir tenggelam. Mengingat, arus tidak deras dan cuaca terik.
“Semoga segera ditemukan, mengingat air di Ulingan cukup keruh, tentu ini jadi tantangan tersendiri,” pungkasnya. (hmd)
Editor : Nurismi