BERAU POST – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Tanjung Redeb terus memperketat pengawasan terhadap potensi masuknya barang-barang terlarang ke dalam lingkungan rutan.
Langkah ini dilakukan sebagai bentuk komitmen dalam menciptakan suasana pembinaan yang aman, tertib, dan kondusif bagi seluruh warga binaan.
Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (KPR) Rutan Tanjung Redeb, Danur Tri Gonggo menegaskan, selama Ramadan pengawasan dilakukan lebih intensif, terutama pada jalur masuk barang dan makanan yang dibawa oleh pengunjung.
“Momentum Ramadan biasanya terjadi peningkatan kunjungan dan kiriman makanan untuk warga binaan. Karena itu, kami memperketat pemeriksaan agar tidak ada celah masuknya barang-barang yang dilarang,” ujarnya.
Danur menjelaskan, setiap makanan dan barang bawaan yang masuk ke dalam rutan diperiksa secara teliti oleh petugas.
Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari kemasan hingga isi makanan, guna memastikan tidak ada benda mencurigakan yang diselundupkan.
Langkah itu dinilai penting mengingat berbagai modus penyelundupan kerap memanfaatkan momen tertentu, termasuk bulan Ramadan.
Pihaknya tidak ingin kelengahan sekecil apa pun berpotensi mengganggu stabilitas keamanan di dalam rutan.
“Kami tidak melarang keluarga untuk mengirimkan makanan, namun semuanya harus melalui prosedur yang berlaku. Ini demi keamanan bersama,” tegasnya.
Tak hanya memperketat pemeriksaan di pintu masuk, jajaran pengamanan juga rutin menggelar razia di blok hunian warga binaan.
Razia dilakukan secara berkala dan insidentil untuk memastikan tidak ada barang terlarang yang disimpan atau digunakan di dalam kamar hunian.
Dari hasil razia yang telah dilakukan, petugas beberapa kali menemukan sejumlah barang yang seharusnya tidak berada di dalam rutan.
Di antaranya sendok berbahan besi, sikat gigi yang telah dimodifikasi dengan diruncingkan, serta beberapa benda lain yang berpotensi membahayakan.
“Memang tidak bisa dipungkiri, dalam razia berkala tersebut kami masih menemukan barang-barang yang tidak semestinya ada di dalam blok hunian. Namun setiap temuan langsung kami tindaklanjuti sesuai aturan yang berlaku,” jelas Danur.
Menurutnya, benda-benda sederhana sekalipun dapat disalahgunakan dan berpotensi mengganggu keamanan jika tidak diawasi dengan ketat.
Karena itu, pihaknya terus meningkatkan kewaspadaan serta melakukan evaluasi terhadap sistem pengamanan yang ada.
“Kami ingin Ramadan di Rutan Tanjung Redeb berjalan dengan aman, tertib, dan penuh kekhusyukan. Keamanan adalah prioritas utama agar proses pembinaan tetap berjalan optimal,” pungkasnya. (aky/arp)
Editor : Nurismi