Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Update Razia Berau: 50 Kendaraan Terjaring Operasi Keselamatan, Polisi Incar Titik Rawan Balap Liar

Beraupost • Selasa, 24 Februari 2026 | 09:00 WIB

DIAMANKAN: Sebanyak 50 kendaraan roda dua yang berhasil diamankan oleh Satlantas Polres Berau dan akan disita selama 3 bulan. (ARTA KUSUMA YUNANDA/BP)
DIAMANKAN: Sebanyak 50 kendaraan roda dua yang berhasil diamankan oleh Satlantas Polres Berau dan akan disita selama 3 bulan. (ARTA KUSUMA YUNANDA/BP)

BERAU POST – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Berau mengamankan 50 kendaraan selama pelaksanaan Operasi Keselamatan sejak 15 Januari hingga awal Februari lalu.

Operasi tersebut digelar sebagai langkah konkret dalam menekan angka pelanggaran lalu lintas, khususnya aksi balap liar dan penggunaan knalpot brong yang dinilai semakin meresahkan masyarakat.

Kasat Lantas Polres Berau, AKP Rhondy Hermawan mengungkapkan, selama operasi berjalan pihaknya berhasil mengamankan sebanyak 50 kendaraan.

Dari jumlah tersebut, mayoritas merupakan sepeda motor yang menggunakan knalpot brong.

“Pelanggaran paling banyak yang kami temukan adalah penggunaan knalpot brong. Selain mengganggu ketertiban umum, suara bising yang ditimbulkan juga sangat meresahkan warga, terutama pada malam hari,” ujarnya.

Sebagai bentuk efek jera, kendaraan yang terjaring dalam operasi tersebut akan dikenakan sanksi tegas berupa penyitaan selama tiga bulan, terhitung mulai Februari hingga Mei mendatang. Kebijakan ini diambil agar para pelanggar tidak mengulangi perbuatannya.

“Dalam rangka memberikan efek jera, kendaraan yang berhasil diamankan akan kami sita selama tiga bulan. Ini merupakan langkah tegas agar ada konsekuensi nyata dari setiap pelanggaran,” tegasnya.

Menurutnya, di bulan Ramadan, Satlantas Polres Berau memberikan perhatian khusus terhadap potensi meningkatnya aksi balap liar.

Berdasarkan hasil patroli dan pemantauan di lapangan, aktivitas tersebut paling sering terjadi pada rentang waktu pukul 23.00 Wita hingga menjelang sahur.

Fenomena itu dinilainya sangat membahayakan, tidak hanya bagi para pelaku, tetapi juga pengguna jalan lainnya.

Selain berisiko menimbulkan kecelakaan lalu lintas, balap liar juga kerap memicu gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Ironisnya, sebagian besar pelaku balap liar yang terjaring razia masih berusia di bawah umur.

Hal ini menjadi perhatian serius pihak kepolisian. “Banyak yang terlibat masih di bawah umur,” imbuhnya.

“Untuk itu, kami tidak hanya melakukan penindakan, tetapi juga memanggil orang tua mereka agar mengetahui aktivitas anak-anaknya di luar rumah. Peran orang tua sangat penting dalam pengawasan,” tambahnya.

Sebagai langkah preventif, Satlantas Polres Berau terus menggencarkan kampanye “Zero Balap Liar” dan “Zero Knalpot Brong”.

Kampanye ini tidak hanya dilakukan melalui penindakan di lapangan, tetapi juga melalui edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat serta kalangan pelajar.

Selain itu, tim patroli khusus juga telah dibentuk untuk melakukan pengawasan intensif di sejumlah titik rawan yang kerap dijadikan arena balap liar.

Patroli rutin digelar pada jam-jam rawan guna memastikan situasi tetap kondusif, terutama selama Ramadan.

“Kami mengimbau kepada masyarakat, khususnya para orang tua, agar lebih peduli dan mengawasi aktivitas anak-anaknya. Keselamatan di jalan raya adalah tanggung jawab bersama,” pungkasnya.(aky/arp)

Editor : Nurismi
#knalpot brong #polres berau #balap liar #operasi keselamatan