Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Istri di Sulawesi Curiga Suami Tak Bisa Dihubungi, Ternyata Ditemukan Meninggal di Teluk Bayur

Beraupost • Selasa, 27 Januari 2026 | 12:35 WIB
EVAKUASI: Personel Polsek Teluk Bayur dibantu masyarakat saat melakukan evakuasi jasad korban di rumah kontrakannya, Teluk Bayur, kemarin. (AKUSUMA YUNANDA/BP)
EVAKUASI: Personel Polsek Teluk Bayur dibantu masyarakat saat melakukan evakuasi jasad korban di rumah kontrakannya, Teluk Bayur, kemarin. (AKUSUMA YUNANDA/BP)

BERAU POST – Seorang pria ditemukan meninggal dunia di sebuah rumah kontrakan di Jalan Silo, Kecamatan Teluk Bayur sekitar pukul 11.00 Wita pada Senin (26/1).

Korban diketahui bernama Abdul Gafar (35), yang selama ini tinggal seorang diri di kontrakan tersebut.

Kapolsek Teluk Bayur, AKP Budi Witikno mengungkapkan, penemuan jasad korban berawal dari kekhawatiran keluarga.

Istri korban yang berada di Sulawesi menghubungi pemilik kontrakan setelah tidak dapat menghubungi suaminya sejak subuh.

“Atas permintaan istri korban, pemilik kontrakan kemudian mengecek keberadaan yang bersangkutan,” ujarnya kepada awak media ini.

Sesampainya di lokasi, pemilik kontrakan mencoba mengetuk pintu depan dan samping rumah, serta memanggil korban melalui jendela.

Namun, tidak ada respons. Kecurigaan semakin kuat ketika saksi mengintip melalui ventilasi jendela kamar bagian depan dan melihat korban terbaring di atas tempat tidur tanpa bergerak.

“Karena tidak ada jawaban, saksi mendongkel jendela menggunakan linggis untuk memastikan kondisi korban,” ujarnya.

Saat diperiksa, Abdul Gafar diketahui telah meninggal dunia dengan tangan dan kaki dalam kondisi kaku.

Menyadari hal tersebut, saksi segera memberi tahu istrinya, menghubungi ketua RT setempat, dan melaporkan kejadian itu ke Polsek Teluk Bayur.

“Jadi pemilik kontrakan langsung datang dan melaporkan adanya korban yang meninggal dunia,” tuturnya.

Dari hasil pemeriksaan pihaknya, tidak ditemukan adanya luka maupun tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Berdasarkan keterangan rekan kerja, korban memiliki riwayat sakit dan beberapa hari sebelumnya sempat mengeluhkan nyeri di bagian dada,” jelasnya.

Pihak keluarga korban melalui perwakilan istri menyatakan menolak dilakukan autopsi. Rencananya, jenazah Abdul Gafar akan dibawa ke Sulawesi untuk dimakamkan.

Pihak kepolisian juga memastikan bahwa peristiwa tersebut tidak mengarah pada tindak pidana dan telah ditangani sesuai prosedur yang berlaku.

“Kami tidak menemukan adanya luka ataupun memar di tubuh korban, dan keluarga yang bersangkutan enggan dilakukan autopsi,” tutupnya.(aky/arp)

 

 

Editor : Nurismi
#ditemukan meninggal #olah tkp #polres berau