Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Penyebab Utama Laka MD di Jalan Poros Limunjan Terungkap, Polisi Amankan Barang Bukti di TKP

Beraupost • Kamis, 11 Desember 2025 | 09:15 WIB
LAKA MAUT: Kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan korban meninggal dunia terjadi di Jalan Poros Limunjan Senin (8/12).
LAKA MAUT: Kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan korban meninggal dunia terjadi di Jalan Poros Limunjan Senin (8/12).

BERAU POST  — Jumlah angka kecelakaan lalu lintas di Berau cukup memprihatinkan. Hingga kemarin (9/12), dari 47 kasus kecelakaan lalu lintas yang terjadi, 23 korban di antaranya dinyatakan meninggal dunia.

Kepala Unit Kecelakaan (Kanit Laka) Satlantas Polres Berau, Ipda Thamrin Harahap, mengungkapkan, jumlah tersebut menggambarkan tingginya risiko kecelakaan di jalan raya apabila pengendara tidak waspada dan tidak menaati aturan.

Salah satu insiden menjadi perhatian di antaranya yang terjadi belum lama ini di Jalan Poros Limunjang, Kecamatan Sambaliung.

Dalam peristiwa itu, seorang pengemudi mobil yang diduga mengantuk hilang kendali hingga menabrak pengendara sepeda motor.

Kecelakaan tersebut menyebabkan korban meninggal dunia di tempat. Menurut Ipda Thamrin, kasus ini menjadi contoh fatal bagaimana kelalaian kecil dapat berakibat besar dan merenggut nyawa.

“Ini salah satu perkara yang sangat fatal. Karena kelalaian, nyawa orang lain melayang. Hal-hal seperti ini harus menjadi perhatian kita semua,” tegasnya.

Menanggapi tingginya angka kecelakaan akibat human error, Satlantas Polres Berau kembali mengimbau masyarakat, khususnya para pengemudi untuk tidak memaksakan diri salam berkendara, khususnya saat mengantuk atau kelelahan.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat selalu waspada dan mematuhi aturan berlalu lintas. Jangan memaksakan diri membawa kendaraan saat mengantuk. Itu bisa membahayakan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya,” ujarnya.

Pihaknya juga menegaskan komitmennya dalam menekan angka kecelakaan melalui patroli rutin, edukasi keselamatan, dan penegakan hukum di lapangan.

Dengan masih tingginya angka korban meninggal dunia sepanjang 2025, pihak kepolisian berharap kesadaran masyarakat dalam berkendara dapat semakin meningkat agar kecelakaan serupa tidak terus terulang.

“Ini harus menjadi perhatian kita semua, jika bekendara harus tetap fokus dan jangan menyepelekan hal tersebut,” sebutnya.

Bukan itu saja, dirinya juga mengimbau kepada orantua yang memberikan fasilitas kendaraan kepada anak yang belum cukup umur.

Ia menyebut hal tersebut bukanlah bentuk kasih sayang kepada anak, karena tidak bisa dimungkiri, sampai saat ini masih banyak anak yang belum cukup usianya terlihat bekendara di jalan umum. Bahkan tidak sedikit yang melakukan aksi kebut-kebutan.

“Hal seperti ini juga harus diperhatikan oleh orangtua, jangan berikan anak kendaraan pribadi, karena mereka bisa saja melakukan kegiatan balap liar hingga kebut-kebutan akibat tidak terpantau orangtuanya,” tutupnya. (aky/sam)

Editor : Nurismi
#Satlantas Polres Berau #kecelakaan lalu lintas #meninggal dunia