BERAU POST – Warga Jalan Rambutan dikejutkan oleh temuan mengenaskan pada Kamis (27/11). Warga mendapati ADR (23) tidak bernyawa di bawah mobil yang sedang ia perbaiki.
Informasi ini dibenarkan langsung oleh Kaposek Tanjung Redeb, AKP Yurizca Musiardhillah.
Dijelaskannya, peristiwa tragis ini bermula pada Rabu (26/11).
Sekitar pukul 20.30 Wita, korban berinisial yang merupakan warga asal Kota Samarinda tengah memperbaiki mobil travel yang sehari-hari digunakan untuk bekerja.
Pada pukul 21.00 Wita, salah satu saksi Djufri Pamuja (49) datang mengantarkan makanan.
Saat itu saksi sempat menasihati korban agar melanjutkan perbaikan besok pagi. Namun, korban bersikeras melanjutkan pekerjaannya.
“Tinggal sedikit lagi,” kata saksi menirukan ucapan korban malam itu.
Setelah itu lanjut Yurizca, saksi pulang meninggalkan korban yang masih fokus memperbaiki mobil.
Keesokan paginya, sekitar pukul 07.30 Wita, saksi lain yakni Siti melihat sesuatu yang janggal saat mencuci tangan di depan rumahnya.
Dia melihat seseorang terbaring di bawah mobil yang terparkir di depan rumahnya, tanpa pergerakan. Semula saksi mengira korban tertidur akibat kelelahan.
Namun setelah dicek bersama tetangganya, warga mendapati kenyataan bahwa korban telah tertindih kendaraan tersebut. Saksi kemudian segera melapor ke Polsek Tanjung Redeb.
Setelah menerima laporan, personel piket Polsek Tanjung Redeb segera menuju lokasi, mengamankan Tempat Kejadian Perkara (TKP), dan mengevakuasi korban ke RSUD Abdul Rivai untuk pemeriksaan lebih lanjut.
“Dari hasil pemeriksaan petugas kamar jenazah, korban dinyatakan meninggal akibat terdindih benda berat (mobil), dengan luka dalam pada bagian dada dan kepala,” sebutnya.
Dalam pengecekan di lokasi, polisi menemukan bahwa dua dongkrak atau alat penyangga mobil yang digunakan korban terlepas, sehingga kendaraan langsung jatuh dan menimpa tubuh korban yang saat itu berada tepat di bawah sasis. Insiden ini menjadi dugaan kuat penyebab kematian korban.
“Pemeriksaan di TKP juga masih terus dilakukan oleh personel, namun untuk dugaan sementara, korban meninggal akibat tertimpa kendaraannya sendiri,” katanya.
Setelah dilakukan visum di RSUD dr Abdul Rivai, Tanjung Redeb jenazah korban pun langsung diberangkatkan ke kampung halamannya di Samarinda lalu disemayamkan.
“Jasad korban langsung dibawa ke keluarganya ke Samarinda,” tutupnya. (aky/sam)
Editor : Nurismi