BERAU POST – Wakapolres Berau, Kompol Donny Dwija Romansa, didampingi Kasat Narkoba Polres Berau, AKP Agus Priyanto, dan juga beberapa pejabat dari instansi terkait, melakukan pemusnahan barang bukti diduga sabu seberat 1,342,8 gram.
Kompol Donny menjelaskan bahwa sabu yang dimusnahkan merupakan hasil pengungkapan kasus selama periode September hingga Oktober 2025.
Total terdapat 8 laporan polisi yang berhasil dituntaskan dengan 13 tersangka diantaranya 12 laki-laki dan 1 perempuan. “Benar, ini kasus dua bulan,” katanya.
Ia menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan dukungan nyata Polres Berau terhadap program prioritas Astagita Presiden Prabowo, khususnya pada sektor pencegahan dan pemberantasan narkotika.
“Ini bagian dari pelaksanaan Astagita Presiden Prabowo, khususnya fokus penegakan hukum terhadap narkotika,” tegasnya.
Sementara itu, Kasat Resnarkoba Polres Berau, AKP Agus Priyanto, merinci delapan laporan polisi yang menjadi dasar pemusnahan barang bukti.
Salah satu yang menonjol adalah pengungkapan pada 11 September di Jalan Raja Alam 2, Kecamatan Teluk Bayur, dengan barang bukti mencapai 1.041,68 gram sabu menjadi temuan terbesar sepanjang 2025.
“Seluruh barang bukti ini telah melalui proses penyitaan resmi sesuai aturan hukum. Pemusnahan dilakukan dengan merebus sabu dalam air yang dicampur deterjen, kemudian dibuang ke septic tank,” jelas Agus.
Agus menambahkan, para tersangka dijerat Pasal 114 atau 112 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana minimal 4 tahun penjara.
Untuk barang bukti di atas 5 gram, ancaman hukumannya bisa mencapai pidana seumur hidup hingga hukuman mati.
“Ancaman hukumannya sangat berat, terlebih jika jumlah barang bukti besar. Ini menjadi efek jera agar tidak ada lagi upaya peredaran di wilayah Berau,” tegasnya.
Pemusnahan barang bukti dilakukan secara terbuka, disaksikan oleh penyidik, jaksa, hakim, penasihat hukum, hingga para tersangka. Transparansi ini diharapkan meningkatkan kepercayaan publik terhadap proses penegakan hukum.
“Kami mengajak masyarakat untuk bersama melawan narkoba. Informasi sekecil apa pun sangat berarti untuk menyelamatkan generasi muda Berau,” pungkasnya. (aky/hmd)
Editor : Nurismi