BERAU POST – Kecelakaan kerja (laka) di areal tambang milik PT Supra Bara Energi (SBE) di Pit 55 Kampung Pegat Bukur, Sambaliung telah menyebabkan satu nyawa melayang. Proses penyelidikan penyebab kecelakaan itu pun tengah berlangsung.
Diketahui sebelumnya, korban yang diketahui bernama Setyo Budi Utomo (43), bekerja sebagai Foreman Pompa telah ditemukan meninggal dunia.
Direktur PT SBE, Tri Agus telah membenarkan terjadi laka kerja di Pit 55 Kampung Pegat Bukur dan mengakibatkan satu korban meninggal dunia, sekira pukul 12.00 Wita pada Selasa (21/10).
Dijelaskan Tri Agus, kecelakaan terjadi pada saat jam istirahat. Korban saat itu tengah berada di areal bawah dinding tambang yang mengalami longsor dan menimpa korban. “Kami turut berduka cita,” katanya.
Ia berjanji, perusahaan akan mengurus hak-hak korban sesuai dengan peraturan, termasuk pendampingan bagi jenazah korban yang dibawa ke Grobogan, Jawa Tengah.
Perusahaan juga disebutnya telah memberikan uang duka untuk proses pemakaman dan lain-lainnya sebesar Rp 50 juta serta gaji korban.
Selanjutnya, perusahaan akan memberikan santunan yang akan diantarkan ke keluarga korban (istri,red) beserta pendidikan anak korban sampai selesai.
“Kami menyampaikan bahwa saat ini proses investigasi sedang dilakukan oleh Inspektur Tambang guna mengetahui penyebab utama peristiwa tersebut,” ungkapnya.
Di lain sisi, pihaknya telah menyampaikan laporan awal ke Polres Berau, Basarnasda Berau, BPBD Berau dan Dinas Ketenagakerjaan perihal insiden tersebut.
Sekaligus akan berkomitmen memaksimalkan penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
“Kami semua berharap dan mengajak seluruh pihak untuk meningkatkan kesadaran K3 agar kejadian serupa tidak terulang dimasa mendatang,” tuturnya.
Terpisah, Kasi Humas Polres Berau, AKP Ngatijan menyampaikan penemuan jenazah korban pada Kamis (23/10) sekira pukul 10.00 Wita, oleh tim gabungan. “Pencarian dilakukan dua hari,” katanya.
Proses pencarian sempat menemui kendala, akibat cuaca buruk dan juga genangan air. Ngatijan melanjutkan, korban sudah dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Abdul Rivai, untuk dilakukan visum.
“Kemungkinan akan dibawa ke Grobokan, Jawa Tengah, karena kampung korban di sana,” ungkapnya.
Koordinator Pengawas Ketenagakerjaan, Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Kalimantan Timur Wilayah Kabupaten Berau, Saban mengaku, sudah menerima informasi tersebut, pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait laka tersebut. “Masih (penyelidikan,red),” singkatnya. (hmd/arp)
Editor : Nurismi