Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Angka Kecelakaan Pelajar Tinggi, Kasat Lantas Berau Ingatkan Orang Tua Soal Motor ke Sekolah

Beraupost • Selasa, 21 Oktober 2025 | 09:20 WIB
AKP Wulyadi, Kasatlantas Polres Berau
AKP Wulyadi, Kasatlantas Polres Berau

BERAU POST – Jajaran Satlantas kini semakin aktif turun langsung ke lapangan, khususnya ke lingkungan sekolah, untuk memberikan edukasi keselamatan berkendara (safety riding) kepada para pelajar.

Kasat Lantas Polres Berau, AKP Wulyadi, menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah lelah mengingatkan masyarakat terutama generasi muda tentang pentingnya keselamatan di jalan.

“Kami sudah berulang kali turun ke sekolah-sekolah, dari tingkat SMP hingga SMA, untuk memberikan edukasi langsung kepada para pelajar. Ini bagian dari upaya kami menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas di kalangan remaja,” ujarnya kepada awak media ini.

Menurut Wulyadi, meningkatnya laporan masyarakat mengenai penggunaan knalpot brong dan aksi balap liar di beberapa titik di Kota Tanjung Redeb menjadi salah satu alasan kegiatan ini terus digencarkan.

“Kami sering menerima laporan soal kebisingan dari knalpot brong, bahkan ada yang melakukan balap liar dengan taruhan. Ini bukan hanya melanggar aturan, tapi juga membahayakan keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya,” tegasnya.

Selain masalah balap liar, Wulyadi juga menyoroti fenomena pelajar SMP yang mengendarai sepeda motor ke sekolah, meski belum cukup umur dan tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM). Ia menyebut, fenomena ini semakin sering ditemui di empat kecamatan sekitar Tanjung Redeb.

“Kami sudah beberapa kali menindaklanjuti hal ini dengan mendatangi langsung orangtua siswa. Kami sampaikan dengan tegas bahwa anak-anak mereka belum diperbolehkan mengendarai motor di jalan raya. Ini melanggar aturan dan sangat berisiko bagi keselamatan mereka,” ungkapnya.

Wulyadi menambahkan, angka kecelakaan yang melibatkan pelajar di bawah umur masih cukup tinggi. Tak sedikit kasus kecelakaan yang berujung pada luka berat bahkan kehilangan nyawa.

“Beberapa waktu lalu kami menangani kecelakaan, dan ada juga yang meninggal dunia. Hal ini sangat memprihatinkan, dan menjadi motivasi kami untuk terus mengedukasi para pelajar agar sadar pentingnya keselamatan,” imbuhnya.

Ia pun kembali menekankan bahwa pelajar SMP tidak diperbolehkan membawa kendaraan bermotor ke sekolah, sementara pelajar SMA yang sudah cukup umur diimbau agar mematuhi aturan berlalu lintas dan menerapkan prinsip safety riding.

“Keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Kami berharap pelajar yang belum memiliki SIM jangan memaksakan diri untuk membawa motor. Lebih baik diantar oleh orangtua atau menggunakan transportasi umum. Keselamatan jauh lebih penting daripada gaya atau gengsi,” tutupnya. (aky/hmd)

Editor : Nurismi
#Satlantas Polres Berau #safety riding #edukasi #pelajar