BERAU POST— Polres Berau melalui Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), terus meningkatkan upaya pencegahan terhadap kekerasan yang menimpa anak dan perempuan.
Sosialisasi secara langsung kini menjadi fokus utama, dengan menyasar lingkungan sekolah sebagai titik awal pembinaan dan edukasi.
Kanit PPA Polres Berau, Iptu Siswanto, menegaskan bahwa pihaknya akan terus gencar turun langsung ke sekolah-sekolah bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau.
Langkah ini dilakukan sebagai bentuk komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari kekerasan terhadap kelompok rentan, terutama anak-anak dan perempuan.
“Kami ingin memastikan bahwa tidak ada celah sedikit pun bagi para predator anak maupun pelaku kekerasan terhadap perempuan di Kabupaten Berau,” ujarnya kepada awak media ini.
Menurutnya, pencegahan harus dimulai sejak dini dan dari lingkungan terdekat. Oleh karena itu, pihaknya memandang penting untuk terus hadir di sekolah-sekolah.
Memberikan pemahaman kepada para siswa, guru, dan juga orang tua agar dapat mengenali tanda-tanda kekerasan serta mengetahui langkah yang harus diambil jika menjadi korban atau menyaksikan kejadian tersebut.
Tak hanya itu, ia juga mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk ikut berperan aktif.
“Jika masyarakat melihat langsung atau mencurigai adanya kekerasan terhadap anak atau perempuan, kami sangat berharap agar segera dilaporkan ke pihak kepolisian terdekat,” tambahnya.
Iptu Siswanto menyadari bahwa masih banyak korban yang enggan atau takut untuk melapor, baik karena tekanan dari pelaku maupun rasa malu.
Karena itu, ia menekankan pentingnya dukungan masyarakat sebagai bagian dari upaya perlindungan bersama.
“Kami tidak akan tinggal diam. Siapa pun pelakunya, pasti akan kami tindak tegas. Tapi peran masyarakat juga sangat penting, karena tanpa laporan, kami sulit untuk bertindak,” ujarnya.
Dengan langkah konkret ini, diharapkan angka kekerasan terhadap anak dan perempuan di Kabupaten Berau bisa terus ditekan, sekaligus membangun budaya berani bicara dan berani melapor di tengah masyarakat. (aky/hmd)
Editor : Nurismi