BERAU POST – Persoalan jaringan internet di wilayah perkampungan Kabupaten Berau kini dapat dilaporkan masyarakat, tanpa harus datang langsung ke kantor pemerintahan.
Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Berau membuka layanan pengaduan melalui pesan langsung atau Direct Message (DM) pada akun Instagram resminya.
Langkah itu dilakukan untuk mempermudah masyarakat menyampaikan berbagai kendala konektivitas, mulai dari gangguan sinyal hingga wilayah yang belum terjangkau jaringan internet.
Terutama bagi warga yang tinggal jauh dari pusat pemerintahan dan selama ini memiliki keterbatasan akses untuk menyampaikan laporan secara langsung.
Kepala Diskominfo Berau, Didi Rahmadi mengatakan, kondisi geografis Berau menjadi salah satu pertimbangan dalam menyediakan saluran pengaduan tersebut.
Dengan wilayah administrasi yang mencakup 100 kampung, pemerintah membutuhkan mekanisme pelaporan yang dapat menjangkau masyarakat di berbagai daerah.
Menurutnya, jarak antara kampung dan pusat pemerintahan di Tanjung Redeb tidak seharusnya menjadi hambatan bagi warga untuk menyampaikan persoalan jaringan yang mereka alami.
“Karena itu, kami memberikan alternatif agar masyarakat bisa melapor dengan lebih mudah. Warga dapat mengirimkan pesan langsung ke akun Instagram resmi Diskominfo Berau,” ujarnya.
Selain memanfaatkan media sosial, Diskominfo juga menyiapkan jalur pelaporan melalui koordinator di tingkat kampung.
Skema tersebut menjadi alternatif bagi masyarakat yang tidak dapat menggunakan Instagram atau mengalami kesulitan mengakses internet.
Peran koordinator ini penting agar informasi mengenai kondisi jaringan tetap bisa dihimpun dari wilayah yang memiliki keterbatasan.
Laporan yang diterima nantinya menjadi bahan bagi Diskominfo untuk memetakan persoalan jaringan di lapangan. Informasi tersebut mencakup lokasi yang masih mengalami blank spot, gangguan layanan, hingga daerah yang membutuhkan peningkatan kualitas koneksi internet.
“Pemetaan itu tentunya dapat membantu pemerintah memperoleh gambaran yang lebih terperinci mengenai kondisi konektivitas di setiap wilayah,” katanya.
Sebab, persoalan jaringan tidak selalu sama antara satu kampung dengan kampung lainnya. Data dari warga itu diharapkan dapat melengkapi informasi yang dimiliki pemerintah, sehingga titik-titik bermasalah dapat diketahui dan menjadi bahan dalam menentukan langkah penanganan berikutnya.
Dirinya berharap masyarakat tidak ragu menyampaikan laporan apabila menemukan kendala jaringan di lingkungan tempat tinggalnya.
“Partisipasi warga diperlukan agar persoalan konektivitas yang selama ini terjadi di sejumlah wilayah Berau dapat teridentifikasi,” ungkapnya.(aja/adv/arp)
Editor : Nurismi