Kendalikan Akses Internet, Diskoperindag Berau Dorong Pelaku UMKM Kepulauan Agar Melek Digital

Nurismi • Dipublikasikan Minggu, 18 Oktober 2026 | 07:55 WIB
KONEKSI INTERNET: UMKM di Berau membutuhkan dukungan jaringan internet yang memadai untuk memperluas pemasaran digital. (IZZA/BP)
KONEKSI INTERNET: UMKM di Berau membutuhkan dukungan jaringan internet yang memadai untuk memperluas pemasaran digital. (IZZA/BP)

BERAU POST – Keterbatasan akses internet di sejumlah kampung dan wilayah kepulauan menjadi salah satu kendala pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Berau.

Padahal, pelaku usaha dituntut mampu memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pemasaran dan meningkatkan daya saing produk.

Sekretaris Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau, Hasnawati, mengatakan pihaknya telah menjalankan berbagai program pelatihan untuk meningkatkan kapasitas pelaku UMKM.

Namun, upaya tersebut dinilai belum optimal apabila tidak didukung akses internet yang memadai, terutama bagi pelaku usaha di wilayah yang sulit mendapatkan sinyal.

Menurutnya, pengembangan UMKM menjadi bagian penting dalam mendukung sektor pariwisata. Kehadiran produk lokal dapat menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat setempat.

Karena itu, Diskoperindag berupaya mendorong pertumbuhan UMKM melalui berbagai pelatihan, mulai dari kewirausahaan, digitalisasi, hingga pengembangan industri dan koperasi.

Pelatihan tidak hanya dilaksanakan di kantor dinas, tetapi juga menjangkau kecamatan dan kampung agar masyarakat dapat memperoleh akses pembinaan lebih dekat.

“Kami sudah berusaha melalui berbagai pelatihan untuk meningkatkan SDM, baik pelatihan kewirausahaan maupun digitalisasi. Kami juga turun ke kecamatan dan kampung untuk mendekati masyarakat,” ujarnya, belum lama ini. 

Meski begitu, Ia menilai persoalan konektivitas internet masih menjadi tantangan bagi pelaku UMKM di wilayah kepulauan dan kampung.

Kebutuhan jaringan internet bukan hanya berkaitan dengan aktivitas pariwisata, tetapi juga mendukung kegiatan usaha masyarakat yang mulai beralih ke pemasaran digital.

Menurutnya, kemampuan memanfaatkan teknologi perlu dimiliki pelaku UMKM agar dapat mengikuti perkembangan pasar.

Digitalisasi memungkinkan pelaku usaha menjangkau konsumen lebih luas sekaligus meningkatkan efisiensi operasional. Namun, manfaat tersebut sulit dirasakan apabila akses internet tidak stabil.

“Bukan hanya pelaku pariwisata saja yang butuh sinyal internet, tapi UMKM juga,” tegasnya. 

Di sisi lain, perkembangan UMKM Berau secara kuantitas sudah cukup menggembirakan. Namun, peningkatan jumlah pelaku usaha perlu diikuti perbaikan kualitas agar semakin banyak UMKM yang mampu berkembang dan naik kelas.

Dijelaskan, UMKM yang naik kelas dapat dilihat dari sejumlah indikator, di antaranya bertambahnya tenaga kerja, kelengkapan legalitas usaha, peningkatan omzet, serta jangkauan pemasaran yang semakin luas.

Untuk mencapai kondisi itu, pelaku usaha membutuhkan dukungan pembinaan yang berkelanjutan, termasuk akses terhadap teknologi digital.

“Jadi, UMKM itu harus melek digital, makanya kami beri pelatihan. Tetapi kalau signalnya tersendat-sendat bagaimana bisa maju?,” ucapnya.

Persaingan pasar yang semakin terbuka juga menjadi tantangan tersendiri. Produk dari luar daerah dapat masuk dan dipasarkan di Berau, sementara pelaku UMKM lokal masih menghadapi kendala dalam pemasaran melalui internet.

Kondisi itu dikhawatirkan membuat produk lokal kesulitan bersaing apabila akses jaringan tidak mendukung aktivitas promosi.

Padahal, pemasaran digital dapat menjadi salah satu cara bagi UMKM untuk memperluas pasar tanpa terbatas pada lokasi usaha. 

“Produk-produk dari luar bisa masuk ke Berau. Sementara kalau UMKM lokal terkendala dengan jaringan atau sinyal, maka program kita tidak bisa berjalan,” ungkapnya. 

Ia menegaskan, peningkatan kapasitas pelaku UMKM perlu berjalan seiring dengan dukungan infrastruktur digital. Sebab, selain meningkatkan kualitas produk, dukungan itu dibutuhkan agar pelaku usaha dapat memanfaatkan peluang pasar digital dan bersaing dengan produk dari luar daerah.

Sebelumnya, Diskominfo terus berupaya memperluas akses internet di Kecamatan Maratua, khususnya untuk mengatasi wilayah tanpa sinyal atau blankspot.

Ketersediaan jaringan internet dinilai penting untuk mendukung pelayanan publik sekaligus menunjang pengembangan pariwisata di wilayah kepulauan tersebut.

Kepala Bidang Aplikasi dan Informatika (Aptika) Diskominfo Berau, Rahmatia, mengatakan pihaknya telah berkomunikasi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital serta sejumlah penyedia layanan telekomunikasi.

Namun, hingga kini hasilnya belum maksimal karena kondisi geografis Maratua yang berada di wilayah terluar dan membutuhkan dukungan infrastruktur jaringan yang tidak mudah dibangun.

“Untuk membangun jaringan di Maratua, tantangannya cukup besar karena harus melalui jalur laut. Sementara untuk jaringan berbasis darat, diperlukan dukungan infrastruktur penghubung dari wilayah lain,” ujarnya, Senin (12/10).

Sebagai langkah sementara, Pemkab Berau menyediakan layanan WiFi gratis di sejumlah titik. Saat ini, terdapat sekitar 30 titik WiFi di Maratua, termasuk 10 titik yang dibangun Diskominfo menggunakan teknologi radio.

Fasilitas tersebut antara lain ditempatkan di kantor kepala kampung dan sejumlah sekolah untuk membantu memenuhi kebutuhan akses internet masyarakat.

Pada 2025, Diskominfo Berau kembali menambah 10 titik WiFi melalui dukungan APBD. Penambahan tersebut merupakan bagian dari perluasan layanan internet gratis yang menjangkau berbagai kampung di Kabupaten Berau.

“Dengan kebutuhan yang tersebar di banyak wilayah, pemerataan fasilitas masih menjadi tantangan tersendiri,” ucapnya. 

Untuk mempercepat perluasan jaringan, Diskominfo Berau juga menjajaki pemanfaatan menara telekomunikasi yang berada di Kampung Teluk Harapan, Maratua.

Pun pihaknya telah berkoordinasi dengan Polda untuk mengetahui kemungkinan penggunaan menara tersebut, yang selama ini dimanfaatkan untuk komunikasi radio.

“Jika mendapat izin, kami akan melanjutkan koordinasi dengan penyedia layanan telekomunikasi agar menara tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendukung perluasan jaringan internet,” ucapnya. (aja/hmd)

Editor : Nurismi
digitalisasi Diskoperindag Berau umkm