BERAU POST – Keamanan sistem digital pemerintah tidak hanya bergantung pada kecanggihan teknologi, tetapi juga pada kesiapan sumber daya manusia (SDM) dalam mengelola dan menjaga informasi.
Celah keamanan bisa muncul dari berbagai sisi, termasuk lingkungan internal yang dikenal dengan istilah insider siber.
Menyadari pentingnya hal tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melalui Tim Tanggap Insider Siber bersama para pengelola sistem elektronik perangkat daerah menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Insider Siber. Kegiatan ini mengusung tema “Membangun Tata Kelola Insider Siber yang Aman Berkelanjutan”.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Berau, Didi Rahmadi, Senin (12/10).
Ia menjelaskan, bimtek tersebut menjadi salah satu upaya untuk menyamakan pemahaman, sekaligus memperkuat koordinasi antarperangkat daerah dalam menjaga keamanan informasi dan sistem elektronik milik pemerintah daerah.
Dirinya menekankan, transformasi digital di lingkungan pemerintahan harus diiringi dengan tata kelola keamanan informasi yang baik.
Apalagi, pemanfaatan teknologi tidak akan berjalan optimal apabila tidak didukung kesadaran dan tanggung jawab SDM yang terlibat di dalamnya.
“Sistem yang canggih sekalipun bisa goyah jika tata kelola dan kesadaran SDM di dalamnya tidak terbangun dengan kuat,” ucapnya.
“Melalui bimtek ini, kita ingin memastikan setiap pengelola sistem elektronik di Berau memiliki pemahaman yang sama untuk menciptakan ekosistem siber yang aman, tangguh, dan berkelanjutan,” sambungnya.
Melalui kegiatan ini, para peserta mendapatkan pembekalan mengenai pengelolaan risiko keamanan yang bersumber dari lingkungan internal.
Selain pemahaman teknis untuk mengenali potensi ancaman, peserta juga didorong membangun kebiasaan kerja yang lebih disiplin dan bertanggung jawab dalam mengelola informasi.
“Hal ini penting mengingat pengelolaan sistem elektronik melibatkan banyak pihak, mulai dari pengguna hingga pengelola yang memiliki akses terhadap data dan aplikasi pemerintahan,” tuturnya.
Karena itu, pemahaman mengenai keamanan informasi perlu menjadi bagian dari pelaksanaan tugas sehari-hari, bukan sekadar perhatian ketika terjadi gangguan.
Pihaknya berupaya memperkuat fondasi keamanan digital di lingkungan pemerintahan daerah. Kesamaan pemahaman antarperangkat daerah diharapkan dapat mendukung pengelolaan sistem elektronik yang lebih tertib serta mengurangi risiko yang berpotensi mengganggu keamanan data.
“Dengan tata kelola yang baik dan keterlibatan SDM yang bertanggung jawab, pemanfaatan teknologi diharapkan dapat menunjang pelayanan publik yang aman dan terpercaya bagi masyarakat Kabupaten Berau,” tutupnya.(aja/adv/arp)
Editor : Nurismi