Tren Karhutla Menurun, Bupati Berau Minta Tim Siaga dan Ingatkan Warga Jangan Bakar Sampah

Nurismi • Dipublikasikan Rabu, 7 Oktober 2026 | 07:58 WIB

 

TETAP WASPADA: Meski tren karhutla menurun, Pemkab Berau tetap menjaga kewaspadaan terhadap potensi terjadinya karhutla. (SENO/BP)
TETAP WASPADA: Meski tren karhutla menurun, Pemkab Berau tetap menjaga kewaspadaan terhadap potensi terjadinya karhutla. (SENO/BP)

BERAU POST – Seluruh pihak diminta tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Meski tren kejadian dalam beberapa waktu terakhir mulai menunjukkan penurunan.

Bupati Berau, Sri Juniarsih mengatakan, penurunan tren karhutla tidak boleh membuat kewaspadaan diturunkan. Tim penanganan yang selama ini terlibat dalam upaya pengendalian kebakaran juga diminta tetap bersiaga menghadapi kemungkinan munculnya titik api baru.

Menurutnya, kondisi musim karhutla masih membutuhkan perhatian serius. Pasalnya, potensi kebakaran dapat kembali meningkat apabila kondisi lingkungan dan cuaca mendukung terjadinya penyebaran api.

“Kami berupaya sekuat tenaga dan semaksimal potensi yang dimiliki,” ujarnya.

Sri mengatakan, Pemkab Berau bersama tim penanganan karhutla terus melakukan pemantauan dan kesiapsiagaan di lapangan.

Upaya tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan apabila terjadi kebakaran, penanganan dapat dilakukan sedini mungkin. 

Di sisi lain, keterlibatan masyarakat juga dinilai sangat diperlukan. Pencegahan tidak dapat sepenuhnya mengandalkan pemerintah maupun petugas di lapangan, tetapi membutuhkan kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk ikut melakukan langkah preventif, salah satunya dengan tidak melakukan aktivitas pembakaran secara sembarangan.

“Meski trennya menurun, tim tetap kami minta bersiaga dan masyarakat juga harus waspada,” katanya.

Ia secara khusus mengingatkan masyarakat agar tidak membakar sampah, terutama ketika kondisi lingkungan sedang kering. Aktivitas pembakaran yang tidak terkendali berpotensi memicu kebakaran dan memperluas dampaknya.

Selain mencegah munculnya titik api, masyarakat juga diminta memperhatikan kondisi kesehatan di tengah potensi kabut asap yang masih dapat terjadi. Perlindungan diri menjadi penting, terutama bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan.

Sri mengingatkan masyarakat untuk menggunakan masker ketika kualitas udara terganggu. Masyarakat juga diminta menjaga kesehatan dan mengurangi paparan asap apabila kondisi udara sedang tidak baik.

“Jangan membakar-bakar sampah dan tetap lindungi diri dengan menggunakan masker serta menjaga kesehatan,” terangnya. (sen/adv/arp) 

 

Editor : Nurismi
bakar sampah karhutla pemkab berau