Punya Kualitas Terbaik dan Dilirik Produsen Dunia Valrhona, Kakao Berau Siap Tembus Internasional

Nurismi • Dipublikasikan Rabu, 7 Oktober 2026 | 07:39 WIB
KOMODITAS MENGUNTUNGKAN: Kakao di Berau terkenal dengan rasanya yang khas, apalagi pangsa pasarnya sudah mencapai mancanegara sehingga didorong untuk digeluti para petani. (SENO/BP)
KOMODITAS MENGUNTUNGKAN: Kakao di Berau terkenal dengan rasanya yang khas, apalagi pangsa pasarnya sudah mencapai mancanegara sehingga didorong untuk digeluti para petani. (SENO/BP)

BERAU POST – Kualitas hasil kakao Berau dinilai memiliki karakteristik tersendiri. Besarnya potensi itu membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melihat kakao sebagai salah satu komoditas perkebunan yang memiliki peluang besar untuk dikembangkan. 

Bupati Berau, Sri Juniarsih mengatakan, salah satu keunggulan kakao Berau terletak pada kualitas dan cita rasa yang dihasilkan.

Kondisi alam Berau menjadi salah satu faktor yang dinilai memberikan karakter tersendiri terhadap komoditas tersebut.

“Kita punya kualitas cokelat yang terbaik. Kondisi alam kita menjadi privilese tersendiri sehingga cita rasa cokelat kita berbeda,” ujarnya.

Menurut Sri, potensi tersebut semakin terbuka karena pasar kakao dan produk cokelat tidak hanya berada di dalam negeri. Produk kakao dari Berau telah memiliki peluang untuk menjangkau pasar internasional.

Ia menyebut, sejumlah negara menjadi pasar yang dapat disasar. Bahkan, kakao Berau juga telah mendapatkan perhatian dari salah satu produsen cokelat ternama dunia, Valrhona.

Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan Pemkab Berau terus mendorong pengembangan kakao dari tingkat hulu.

Pemerintah berupaya mendukung berbagai program yang berkaitan dengan pengembangan komoditas tersebut agar manfaat ekonominya dapat dirasakan langsung oleh petani.

Sri mengatakan, dukungan pemerintah dibutuhkan untuk membantu petani dalam menjalankan proses budidaya hingga menghasilkan produk yang memiliki kualitas dan nilai ekonomi lebih tinggi.

“Kami juga fokus mendukung program-program pengembangan kakao sehingga bisa meringankan beban petani,” jelasnya.

Menurutnya, kakao juga memiliki sejumlah keunggulan dari sisi budidaya. Salah satunya berkaitan dengan masa tanam yang dinilai relatif singkat dibandingkan sejumlah komoditas perkebunan lainnya.

Potensi tersebut membuat kakao dinilai memiliki peluang untuk terus dikembangkan di Berau. Terlebih, apabila pengembangan dilakukan secara terintegrasi melalui penyediaan bibit, pendampingan petani, peningkatan kualitas hasil serta penguatan akses pasar.

“Komoditas kakao juga diharapkan mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat, melalui pengolahan dan pengembangan produk turunan,” ungkapnya.(sen/adv/arp) 

 

 

Editor : Nurismi
kakao pemkab berau petani