Tekan Dampak Kerusakan Ekosistem Perairan, Dinas Perikanan Berau Gencarkan Edukasi Speargun Ilegal

Nurismi • Dipublikasikan Senin, 5 Oktober 2026 | 09:10 WIB
Kepala Diskan Berau, Abdul Majid. (BERAU POST)
Kepala Diskan Berau, Abdul Majid. (BERAU POST)

BERAU POST - Dinas Perikanan (Diskan) Berau menunjukkan komitmen, dalam mendukung upaya mengurangi hingga menghentikan penggunaan speargun ilegal yang berpotensi merusak ekosistem laut. 

Langkah tersebut dilakukan melalui pendekatan edukasi dan sosialisasi langsung kepada masyarakat, khususnya nelayan dan pelaku aktivitas perikanan di wilayah pesisir.

Kepala Dinas Perikanan Berau, Abdul Majid mengatakan, edukasi menjadi salah satu langkah penting untuk membangun kesadaran masyarakat mengenai dampak penggunaan alat tangkap yang tidak sesuai ketentuan.

Upaya menjaga kelestarian sumber daya laut tidak cukup hanya dilakukan melalui pengawasan dan penindakan. Pemahaman masyarakat mengenai dampak aktivitas penangkapan yang merusak juga perlu terus diperkuat.

“Edukasi kepada masyarakat harus terus dilakukan,” ujarnya.

Majid menilai, penggunaan speargun ilegal perlu menjadi perhatian karena aktivitas tersebut dapat memberikan tekanan terhadap ekosistem laut apabila dilakukan secara tidak terkendali.

Terlebih, wilayah perairan Berau memiliki kekayaan sumber daya pesisir dan laut yang menjadi salah satu potensi penting daerah.

Karena itu, Dinas Perikanan berkomitmen mengambil bagian dalam upaya mengurangi praktik penangkapan ikan yang berpotensi merusak lingkungan.

Pendekatan persuasif melalui komunikasi langsung dengan masyarakat dinilai penting agar aturan dan alasan di balik pelarangan dapat dipahami dengan baik.

“Yang paling penting masyarakat memahami dampaknya terhadap lingkungan,” katanya.

Edukasi nantinya juga diarahkan untuk memberikan pemahaman mengenai penggunaan alat tangkap yang diperbolehkan serta pentingnya menjaga kawasan perairan.

Masyarakat diharapkan dapat ikut berperan dalam menjaga keberlanjutan sumber daya ikan dan ekosistem laut di sekitarnya.

Lanjut Majid, keberlanjutan sektor perikanan sangat bergantung pada kondisi ekosistem. Apabila habitat dan sumber daya ikan terus mengalami tekanan akibat praktik penangkapan yang tidak ramah lingkungan, dampaknya akan dirasakan masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari sektor perikanan.

“Pemerintah tidak hanya mendorong peningkatan produksi perikanan, tetapi juga memastikan kegiatan penangkapan dilakukan dengan memperhatikan kelestarian lingkungan,” tegasnya. 

Dinas Perikanan Berau pun akan terus memperkuat komunikasi bersama masyarakat di wilayah pesisir. Edukasi secara langsung dinilai dapat menjadi sarana membangun kesadaran, sekaligus mendorong perubahan kebiasaan dalam aktivitas penangkapan ikan.

“Dengan keterlibatan masyarakat, ini menjadi gerakan bersama untuk menjaga sumber daya perikanan bagi generasi mendatang,” pungkasnya. (sen/adv/arp) 

Editor : Nurismi
Dinas Perikanan Berau Speargun Ilegal nelayan