BERAU POST - Program nasional Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kabupaten Berau segera memasuki tahap pembangunan fisik.
Dua kampung dinyatakan lolos verifikasi dan ditetapkan sebagai penerima manfaat program Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Kedua kampung tersebut yakni Kampung Buyung-Buyung, Kecamatan Tabalar, dan Kecamatan Bidukbiduk.
Sekretaris Dinas Perikanan (Diskan) Berau, Yunda Zuliarsih mengatakan, terpilihnya dua kampung tersebut merupakan hasil dari proses verifikasi dan pemenuhan berbagai persyaratan yang ditetapkan pemerintah pusat.
“Untuk kampung nelayan di Berau ada dua yang diusulkan, yaitu Kampung Buyung-Buyung dan Kampung Bidukbiduk. Keduanya sudah diterima KKP,” ujarnya.
Menurut Yunda, masuknya dua kampung tersebut dalam program KNMP menjadi peluang besar, untuk meningkatkan sarana dan prasarana perikanan sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat pesisir.
Saat ini, proses administrasi di tingkat pemerintah pusat disebut telah rampung. Bahkan, penyedia jasa yang ditunjuk untuk mengerjakan pembangunan telah melakukan peninjauan awal ke lokasi.
Kepala Bidang Penangkapan dan Usaha Diskan Berau, Ika Jayati menambahkan, kontrak pembangunan telah dilakukan antara KKP dan penyedia jasa. Kontraktor tersebut ditetapkan langsung oleh pemerintah pusat.
“Pembangunannya sudah berkontrak antara KKP dan penyedia. Penyedia atau kontraktornya ditunjuk langsung dari pusat,” jelasnya.
Ika menyebut, peninjauan lapangan menjadi salah satu tahapan awal sebelum pembangunan fisik dimulai. Penyedia jasa juga masih menyiapkan desain pembangunan yang nantinya menjadi acuan dalam pengerjaan di lapangan.
“Kamis lalu penyedianya sudah turun langsung ke lokasi KNMP. Untuk desainnya sendiri kami masih menunggu dari penyedia,” terangnya.
Program KNMP ini diharapkan tidak sekadar menghadirkan pembangunan fisik, tetapi juga membentuk ekosistem perikanan yang lebih terintegrasi.
Berbagai fasilitas penunjang aktivitas nelayan pun akan dibangun untuk memperkuat rantai produksi hingga pemasaran hasil perikanan.
“Seperti pelabuhan perikanan yang representatif, cold storage atau gudang pendingin, pabrik es, fasilitas industri pengolahan skala lokal, serta Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN),” tuturnya.
Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu nelayan. Mulai dari menyimpan dan menjaga kualitas hasil tangkapan, mengurangi biaya operasional, sekaligus memberikan nilai tambah terhadap hasil perikanan sebelum dipasarkan.
Pemkab Berau pun menyambut baik masuknya Buyung-Buyung dan Bidukbiduk sebagai bagian dari program nasional tersebut. Keberhasilan dua kampung itu diharapkan dapat menjadi contoh bagi kampung-kampung pesisir lainnya di Berau.
“Harapannya, kampung-kampung nelayan lainnya juga bisa mempersiapkan diri dan melengkapi persyaratan yang diperlukan,” pungkasnya.(aky/adv/arp)
Editor : Nurismi