BERAU POST – Pelaksanaan Berau Ethno Carnaval 2026 dan lomba perahu panjang masuk dalam rangkaian Hari Jadi ke-73 Kabupaten Berau dan HUT ke-216 Tanjung Redeb.
Pada pelaksanaan Berau Ethno Carnaval, beragamnya penampilan para tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga ruang memperkenalkan kekayaan budaya lokal yang tumbuh dan berkembang di Kabupaten Berau.
Dijelaskan Wakil Bupati Berau, Gamalis, berbagai kreasi yang ditampilkan menggambarkan keberagaman tradisi dan budaya yang hidup berdampingan di Bumi Batiwakkal.
Hal tersebut dinilai menjadi modal penting menjaga identitas daerah, sekaligus mengenalkan budaya Berau kepada generasi muda.
Menurutnya, pelestarian budaya tidak cukup hanya dilakukan melalui kegiatan seremonial. Diperlukan ruang yang secara konsisten untuk menampilkan, mengenalkan, sekaligus mengembangkan kreativitas berbasis budaya lokal.
“Bukan hanya Ethno Carnival, kegiatan budaya seperti Perahu Panjang juga harus terus dilestarikan. Ini merupakan bagian dari warisan dan peninggalan para pendahulu yang harus kita jaga,” ujarnya.
Selain itu, perahu panjang tradisional menjadi salah satu kegiatan budaya yang memiliki daya tarik tersendiri. Selain mempertahankan tradisi, perlombaan tersebut juga mampu menghadirkan antusiasme masyarakat dan menjadi ruang berkumpulnya berbagai kalangan.
Menurutnya, kegiatan-kegiatan yang mengangkat budaya lokal harus terus diperkuat. Pemerintah dan masyarakat dinilai memiliki peran penting agar berbagai tradisi yang ada tidak hanya bertahan, tetapi juga semakin dikenal oleh generasi berikutnya.
“Jangan sampai budaya yang menjadi peninggalan para pendahulu kita justru hilang karena tidak dilestarikan,” katanya.
Ia menilai kreativitas masyarakat mengemas budaya menjadi bagian penting dalam menjaga eksistensi tradisi di tengah perkembangan zaman.
Budaya lokal dapat terus hidup apabila diberikan ruang untuk berkembang tanpa menghilangkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
Selain menjadi sarana pelestarian, kegiatan budaya juga dinilai memiliki potensi untuk mendukung sektor pariwisata daerah.
“Semakin banyak kegiatan yang mengangkat kekayaan budaya Berau, semakin besar pula peluang masyarakat luar daerah untuk mengenal keunikan Bumi Batiwakkal,” tuturnya.
Karena itu, kegiatan seperti Berau Ethno Carnival dan perahu panjang diharapkan tidak berhenti sebagai agenda tahunan semata.
“Dengan begitu, keberagaman budaya Berau tidak hanya menjadi identitas daerah, tetapi juga menjadi kekuatan yang terus diwariskan dari generasi ke generasi,” tutupnya (aky/adv/arp)
Editor : Nurismi