Dorong Regenerasi Petani, DTPHP Berau Nilai Keterlibatan Milenial Kunci Keberlanjutan Sektor

Nurismi • Dipublikasikan Selasa, 29 September 2026 | 07:45 WIB
ILUSTRASI PERTANIAN: DTHP Berau terus berupaya melakukan regenerasi petani di Kabupaten Berau. (ARTA KUSUMA YUNANDA/BP)
ILUSTRASI PERTANIAN: DTHP Berau terus berupaya melakukan regenerasi petani di Kabupaten Berau. (ARTA KUSUMA YUNANDA/BP)

BERAU POST – Upaya meningkatkan sektor pertanian di Kabupaten Berau tidak hanya dilakukan melalui dukungan sarana dan prasarana, tetapi juga dengan memastikan keberlanjutan sumber daya manusia yang mengelola sektor tersebut.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Berau, Lita Handini menilai, regenerasi petani menjadi salah satu hal penting yang harus mendapat perhatian.

Sebab, peningkatan produksi pertanian tidak akan berjalan maksimal, apabila tidak dibarengi dengan keberadaan generasi penerus yang mampu melanjutkan usaha pertanian. 

Ia menyebut, Kampung Buyung-Buyung sebagai salah satu wilayah yang memiliki potensi besar sebagai sentra pertanian di Kabupaten Berau.

Potensi tersebut dinilai perlu terus dikembangkan, salah satunya dengan mendorong keterlibatan generasi muda dalam sektor pertanian. 

Menurutnya, bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) memang penting untuk meningkatkan efektivitas serta produktivitas petani. Namun, keberadaan petani yang berkelanjutan juga menjadi faktor yang tidak kalah penting.

“Selain bantuan alsintan, yang tidak kalah penting adalah bagaimana regenerasi petani ini bisa terus berjalan. Jangan sampai petani kita terputus karena tidak ada generasi yang melanjutkan,” ujar Lita.

Karena itu, DTPHP Berau terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, khususnya kalangan anak muda dan generasi milenial, agar tidak memandang pertanian sebagai sektor yang hanya ditekuni oleh generasi sebelumnya. 

“Kami terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada anak-anak muda, khususnya milenial, agar mau ikut bergabung dan mengembangkan pertanian,” katanya.

Menurutnya, keterlibatan generasi muda menjadi investasi jangka panjang bagi sektor pertanian Berau. Dengan adanya regenerasi, pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki petani saat ini dapat diteruskan kepada generasi berikutnya. 

Lita melanjutkan, potensi pertanian yang dimiliki Berau harus dikelola secara berkelanjutan. Tidak hanya mengejar peningkatan produksi saat ini, tetapi juga memastikan sektor tersebut tetap memiliki penerus di masa mendatang.

“Harapannya tentu pertanian kita semakin berkembang dan anak-anak muda mau terlibat. Ini penting untuk mendukung swasembada pangan kita ke depan,” pungkasnya.(aky/adv/arp) 

 

Editor : Nurismi
DTPHP Berau regenerasi petani sosialisasi