Dalam perlombaan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Berau tersebut, Kecamatan Gunung Tabur melalui tim Naga Samudra berhasil keluar sebagai juara pertama.
Persaingan berlangsung sengit sejak awal perlombaan. Para peserta menunjukkan kekuatan dan kekompakan dalam mengayuh perahu panjang hingga mencapai garis finis.
Terlebih dukungan penonton yang memadati tepian sungai turut membuat suasana perlombaan semakin meriah.
Wakil Bupati Berau, Gamalis memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan Lomba Perahu Panjang Tradisional 2026.
Terlebih, antusiasme peserta dan masyarakat menunjukkan bahwa olahraga tradisional masih memiliki tempat di tengah masyarakat.
“Saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada segenap panitia, peserta, dan semua pihak yang telah menyukseskan Lomba Perahu Panjang,” ujarnya.
Gamalis menilai, lomba perahu panjang tidak sekadar menjadi ajang adu kecepatan untuk memperebutkan gelar juara.
Di balik perlombaan tersebut terdapat nilai budaya dan sejarah yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Berau.
Kekompakan para pendayung juga mencerminkan semangat kebersamaan yang telah diwariskan secara turun-temurun.
“Ini bukan sekadar perlombaan atau adu cepat, tetapi juga menjadi wujud kecintaan kita terhadap tradisi masyarakat Berau yang sudah diwariskan dari generasi ke generasi,” katanya.
Karena itu, ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai agenda tahunan dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Berau.
Pemerintah daerah mendorong agar lomba perahu panjang dapat terus dikembangkan, menjadi salah satu atraksi budaya dan olahraga tradisional yang mampu menarik lebih banyak wisatawan.
Apalagi, pelaksanaan tahun ini mampu menyedot perhatian ribuan penonton. Kondisi tersebut dinilai menunjukkan besarnya potensi lomba perahu panjang untuk dikembangkan sebagai bagian dari kalender pariwisata Berau.
Gamalis berharap ke depan promosi kegiatan dapat dilakukan lebih luas, sehingga lomba perahu panjang tidak hanya dikenal masyarakat Berau maupun Kalimantan Timur, tetapi juga dapat menarik perhatian masyarakat dari luar daerah.
“Ke depan saya ingin lomba seperti ini menjadi agenda rutin yang dipromosikan secara luas, bahkan hingga tingkat nasional dan mancanegara,” tegasnya.
Ia menambahkan, pengembangan olahraga tradisional sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga identitas dan budaya daerah.
Dengan pengelolaan yang baik, tradisi tersebut dapat tetap hidup di tengah generasi muda sekaligus memberikan nilai tambah bagi sektor pariwisata.
“Dengan berakhirnya kegiatan ini saya mengucapkan selamat kepada tim yang menang, dan juga kepada para tim lain untuk tetap terus berlatih dan semoga di acara berikutnya bisa lebih meriah lagi,” pungkasnya.(aky/adv/arp)
Editor : Nurismi