BERAU POST — Dukungan terhadap aktivitas pertanian di Kabupaten Berau terus diperkuat melalui pembangunan infrastruktur penunjang.
Salah satunya dilakukan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) dengan membangun jaringan irigasi di Kampung Sukan Tengah, Kecamatan Sambaliung.
Kepala Bidang Sumber Daya Air DPUPR Berau, Hendra Pranata mengungkapkan, pembangunan tersebut tidak hanya mencakup saluran air, tetapi juga sejumlah infrastruktur pendukung yang berada di kawasan pertanian.
Pekerjaan meliputi penggalian dan normalisasi saluran irigasi, pembangunan box culvert, serta penimbunan jalan inspeksi tani.
Disebutnya, proyek tersebut memiliki nilai pekerjaan sekitar Rp 13 miliar dengan masa pelaksanaan selama 100 hari kalender.
Saat ini, pengerjaan di lapangan difokuskan pada penggalian saluran, sebagai tahapan utama dalam pembangunan jaringan irigasi.
Dari total saluran yang direncanakan mencapai sekitar 40 kilometer (km), progres penggalian hingga pekan lalu telah mencapai kurang lebih 10 kilometer. Pekerjaan terus dikebut agar target pembangunan dapat dicapai dalam waktu pelaksanaan yang tersedia.
“Saat ini masih fokus mengejar target galian saluran,” ujarnya.
Selain itu, proyek tersebut juga mencakup pembangunan sekitar 28 titik box culvert. Infrastruktur ini disiapkan untuk mendukung akses di kawasan irigasi, terutama pada sejumlah jalur yang digunakan masyarakat dan berkaitan dengan aktivitas pertanian.
Pun pengerjaan dilakukan secara bertahap dengan mengikuti tahapan teknis di lapangan. Adapun yang menjadi prioritas adalah penyelesaian galian saluran agar pekerjaan berikutnya bisa dilaksanakan lebih optimal.
QPembangunan jaringan irigasi ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat sarana pendukung pertanian di Kampung Sukan Tengah.
Infrastruktur pengairan yang tertata diharapkan dapat mendukung pengelolaan air di kawasan lahan pertanian.
Di sisi lain, pembangunan jalan inspeksi tani juga diharapkan memberikan manfaat terhadap akses di sekitar kawasan tersebut. “Infrastruktur ini dapat mendukung mobilitas masyarakat yang menjalankan aktivitas pertanian,” terangnya.
Pihaknya memastikan pekerjaan akan terus dipantau selama masa pelaksanaan. Pengawasan dilakukan untuk memastikan setiap tahapan berjalan sesuai rencana, sekaligus menjaga mutu dan kualitas pekerjaan hingga proyek selesai.
“Kami akan terus melakukan perkembangan pekerjaan di lapangan, agar setiap mutu dan kualitas serta tahapan dapat berjalan sesuai rencana dalam sisa waktu pelaksanaan yang tersedia,” tutupnya. (aja/adv/arp)
Editor : Nurismi