Meriahkan HUT Berau, Olahraga Tradisional Digelar Lestarikan Warisan Leluhur ke Generasi Z

Nurismi • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 07:40 WIB
LESTARIKAN BUDAYA: Bupati Berau Sri Juniarsih saat memanah, menandai dibukanya lomba olahraga tradisional di Lapangan Batiwakkal, Minggu (20/9). (IZZA/BP)
LESTARIKAN BUDAYA: Bupati Berau Sri Juniarsih saat memanah, menandai dibukanya lomba olahraga tradisional di Lapangan Batiwakkal, Minggu (20/9). (IZZA/BP)

BERAU POST – Upaya menghidupkan kembali olahraga tradisional di Kabupaten Berau terus mendapat perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau. Sejumlah olahraga tradisional pun diperlombakan di Lapangan Batiwakkal, Minggu (20/9).

Kegiatan itu salah satu rangkaian peringatan Hari Jadi ke-73 Kabupaten Berau dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-216 Kota Tanjung Redeb. 

Pembukaan ditandai dengan pelepasan anak panah oleh Bupati Berau, Sri Juniarsih sebagai simbol dimulainya perlombaan olahraga tradisional.

Dikatakannya, kegiatan ini menjadi salah satu langkah untuk kembali memperkenalkan permainan rakyat yang diwariskan secara turun-temurun.

Di tengah perkembangan zaman dan semakin beragamnya pilihan olahraga modern, keberadaan olahraga tradisional dinilai perlu terus diperkenalkan agar tidak semakin ditinggalkan.

Pemkab Berau ditegaskannya memberikan dukungan terhadap pengembangan olahraga tradisional di Bumi Batiwakkal.

Apalagi, saat ini sejumlah permainan tradisional mulai jarang dimainkan oleh masyarakat, sehingga diperlukan kegiatan yang dapat menarik kembali minat generasi muda.

“Selaku pemerintah daerah kami akan memberikan dukungan penuh,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan serupa dapat menjadi agenda yang dilaksanakan secara berkelanjutan. Bahkan, Pemkab Berau berencana mendorong pelaksanaan Pekan Olahraga Tradisional Berau pada tahun mendatang. 

Atlet yang mampu menunjukkan prestasi dalam ajang tersebut juga diharapkan mendapat perhatian dan penghargaan dari pemerintah daerah.

Dukungan akan dilanjutkan juga dengan pembinaan atlet serta pemenuhan fasilitas yang menunjang pengembangan olahraga tradisional.

Untuk itu, Sri Juniarsih meminta Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Berau terus memberikan pembinaan sehingga olahraga tradisional dapat berkembang secara lebih terarah.

Selain itu, permainan tradisional juga memiliki potensi sebagai bagian dari kekayaan budaya daerah.

Pengembangannya diharapkan dapat menambah khazanah budaya Bumi Batiwakkal sekaligus memperkuat pengenalan budaya lokal kepada generasi muda.

Peran generasi Z juga menjadi perhatian. Dirinya berharap anak-anak muda tidak hanya mengenal olahraga modern, tetapi juga memiliki kepedulian untuk menjaga permainan tradisional yang menjadi bagian dari warisan leluhur.

Pemkab Berau ingin olahraga tradisional tidak berhenti sebagai perlombaan dalam rangkaian peringatan hari jadi.

Tapi juga diharapkan dapat kembali hadir dalam kehidupan masyarakat, dikenal oleh generasi muda, serta terus dilestarikan sebagai bagian dari identitas dan budaya daerah.

“Ini adalah warisan leluhur yang sangat berharga dan harus kita jaga serta lestarikan,” pungkasnya. (aja/adv/arp) 

 

Editor : Nurismi
Penman Berau olahraga tradisional generasi z