Pemkab Berau Dorong Pemerataan Akses Listrik, Targetkan Seluruh Kampung Teraliri Pada Tahun 2027

Nurismi • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 17:10 WIB
PERJUANGKAN LISTRIK: Sekkab Berau Muhammad Said saat mendampingi Gubernur Kaltim dalam memperjuangkan program kelistrikan bagi 15 Kampung yang belum teraliri listrik di Berau. (SENO/BP)
PERJUANGKAN LISTRIK: Sekkab Berau Muhammad Said saat mendampingi Gubernur Kaltim dalam memperjuangkan program kelistrikan bagi 15 Kampung yang belum teraliri listrik di Berau. (SENO/BP)

BERAU POST – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau terus mendorong pemerataan akses listrik bagi masyarakat di wilayah pedalaman. Terlebih, masih terdapat 15 kampung di Kabupaten Berau yang belum teraliri listrik.

Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Berau, Muhammad Said mengatakan, upaya pemerataan tersebut dibahas dalam pertemuan bersama Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Senin (14/9) hingga Selasa (15/9).

Pertemuan tersebut membahas verifikasi serta usulan program listrik masuk desa. Berau menjadi salah satu daerah di Kalimantan Timur yang mendapat perhatian khusus karena masih terdapat wilayah yang belum menikmati akses listrik secara optimal.

“Tujuannya untuk memverifikasi dan mengusulkan listrik masuk desa,” ujarnya.

Selain Berau, terdapat lima kabupaten lain yang menjadi perhatian, yakni Kutai Kartanegara, Mahakam Ulu, Kutai Barat, Kutai Timur, dan Paser. Usulan tersebut disampaikan karena distribusi listrik di Kalimantan Timur hingga kini belum sepenuhnya merata.

Khusus Berau, pemerintah daerah mencatat masih ada 15 kampung yang belum mendapatkan layanan listrik. Untuk tahun ini, pemerintah merencanakan dukungan pembangunan jaringan listrik pada 30 titik.

Said berharap program tersebut dapat terus berlanjut sehingga seluruh kampung yang belum teraliri listrik dapat menikmati layanan kelistrikan secara menyeluruh pada 2027. “InsyaaAllah 2027 bisa sepenuhnya,” katanya.

Menurutnya, salah satu tantangan utama dalam pemerataan listrik di Berau adalah kondisi geografis. Jarak antarkampung yang relatif jauh membuat pembangunan infrastruktur kelistrikan membutuhkan penanganan dan perencanaan lebih khusus.

“Kendala memang jarak antarkampung yang jauh,” jelasnya.

Kondisi tersebut terutama dirasakan pada sejumlah wilayah seperti Kecamatan Kelay, Segah, hingga Bidukbiduk. Medan dan jarak yang harus ditempuh menjadi faktor yang turut memengaruhi penentuan titik pembangunan jaringan listrik.

Meski begitu, Pemkab Berau akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar usulan tersebut dapat direalisasikan.

Pemerataan listrik dinilai penting untuk mendukung pelayanan dasar sekaligus meningkatkan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat di kampung-kampung yang selama ini belum menikmati akses listrik secara optimal. (sen/adv/arp) 

 

 

Editor : Nurismi
akses listrik pedalaman pemkab berau