Dorong Pertumbuhan Ekonomi-Kesejahteraan, Pemkab Berau Maksimalkan Penggunaan Anggaran Tahun Ini

Nurismi • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 07:45 WIB
PERKUAT PELAYANAN MASYARAKAT: Di tengah keterbatasan anggaran yang dimiliki, Bupati Berau Sri Juniarsih menegaskan komitmen Pemkab Berau untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap menjadi prioritas. (SENO/BP)
PERKUAT PELAYANAN MASYARAKAT: Di tengah keterbatasan anggaran yang dimiliki, Bupati Berau Sri Juniarsih menegaskan komitmen Pemkab Berau untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap menjadi prioritas. (SENO/BP)

BERAU POST - Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 sebesar Rp 3,42 triliun dialokasikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau untuk mendukung pelayanan dasar, pembangunan infrastruktur hingga penguatan ekonomi masyarakat.

Bupati Berau, Sri Juniarsih mengatakan, kebijakan anggaran tersebut diarahkan untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap menjadi prioritas di tengah keterbatasan fiskal yang dihadapi pemerintah daerah.

Di tengah kondisi tersebut, Sri menyebut Pemkab Berau tetap berkomitmen menjaga kesejahteraan aparatur. Salah satunya dengan tidak melakukan pemotongan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP).

Menurutnya, kebijakan tersebut diharapkan dapat menjaga motivasi aparatur sekaligus mendukung terwujudnya pelayanan publik yang profesional kepada masyarakat.

Di sektor investasi, Berau juga mencatat capaian positif. Berau menempati peringkat pertama di Kalimantan Timur berdasarkan persentase realisasi investasi 2025. Dari target Rp 4,5 triliun, realisasi investasi mencapai Rp 8,76 triliun atau 194,71 persen.

Untuk 2026, Pemkab Berau menargetkan realisasi investasi sebesar Rp 8 triliun. Hingga triwulan pertama dan kedua, realisasi telah mencapai Rp 3,6 triliun.

“Ini menunjukkan kemitraan yang terus kita dorong untuk menciptakan iklim investasi yang inklusif dan berkelanjutan,” katanya.

Sementara di bidang pelayanan publik, Pemkab Berau berhasil mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas laporan keuangan pemerintah daerah selama sembilan kali berturut-turut.

Sri juga menyampaikan capaian di bidang pendidikan melalui Anugerah Srikandi Indonesia dan Penghargaan Dwija Praja Nugraha.

Penghargaan tersebut dinilai menjadi pengakuan terhadap komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan literasi pendidikan, mutu guru, dan kualitas sumber daya manusia.

“Penghargaan ini bukan hanya tentang trofi, tetapi nilai perjuangan hingga kita berhasil meraihnya bersama-sama,” pungkasnya. (sen/adv/arp) 

Editor : Nurismi
Keterbatasan Anggaran pemkab berau investasi